Berita Internasional
Jurnalis VOA Asal Indonesia Dibebastugaskan dari Gedung Putih Setelah Cecar Pertanyaan ke Menlu AS
Pada Senin (11/1/2021), kantor berita Voice of America (VOA) menarik penempatan reporter asal Indonesia dari Gedung Putih.
"Saya tahu, tapi saya jurnalis, dan saya dibayar untuk mengajukan pertanyaan," kata Widakuswara menanggapi reaksi tersebut.
Wakil Direktur VOA, Elizabeth Robbins kemudian mengatakan, "Kita sudah selesai di sini."
Robbins, sebelumnya adalah pejabat Departemen Luar Negeri AS di bawah Pompeo. Dia membuat permintaan Senin malam agar Widakuswara dipindahkan dari tugas meliput di Gedung Putih.
Melalui juru bicaranya, Voice of America menyatakan tidak mengomentari masalah perorangan.
Sebelumnya minggu lalu, sekelompok pelapor anonim mengajukan pengaduan resmi atas agenda kunjungan Pompeo. Mereka menilai hal itu adalah propaganda.
Niat Reilly untuk menyiarkan hal itu melalui gelombang udara VOA, juga dituding sebagai pelanggaran perlindungan ruang redaksi untuk independensi editorial.
Dewan Asosiasi Pers Gedung Putih merilis pernyataan yang mengutuk pemerintahan Trump, karena menggeser Widakuswara dari posisi strategisnya sebagai jurnalis.
"Pada saat dunia telah menyaksikan serangan terhadap lembaga-lembaga demokrasi kita, pemerintahan Trump telah memilih untuk mengirim pesan lain, dengan serangan terhadap Amandemen Pertama," bunyi pernyataan yang dirilis oleh presiden kelompok itu, Zeke Miller.
"Penugasan ulang VOA atas Widakuswara karena melakukan pekerjaannya, mengajukan pertanyaan, merupakan penghinaan terhadap cita-cita yang didiskusikan Menteri Luar Negeri AS Pompeo dalam pidatonya Senin."
Dalam sambutannya, Pompeo memuji peran yang dimainkan oleh VOA dan reporternya. Dia juga terlibat dalam perdebatan antara VOA dan CEO dari induk federal, Badan Media Global AS, tentang seberapa besar kebebasan jurnalistik di AS.
CEO yang dipilih Presiden Trump, Michael Pack, telah mengatakan bahwa dia bermaksud untuk “membersihkan” VOA, dari jurnalis yang menurutnya bias terhadap presiden. Serta menekankan kesalahan Amerika kepada dunia, melalui laporan mereka.
Pack juga hadir di serambi dalam percakapan antara reporter dan Menlu AS itu.
DirekturVOA yang baru, Reilly, mengatakan bahwa media tersebut harus menceritakan kisah Amerika kepada dunia.
Secara historis, jurnalis VOA telah melihat misi mereka sebagai cerminan nilai-nilai AS. Berita dilaporkan secara bebas terkait debat politik dan bahkan pergolakan AS.
Tujuannya untuk mencontohkan bagaimana pers yang bebas beroperasi, dan untuk memberikan liputan di negara-negara yang tidak memiliki pers independen yang kuat.