Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Permintaan Terakhir Kapten Afwan ke ATC 3 Menit Sebelum Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Sebelum kejadian pilot Sriwijaya Air SJ 182 Captain Afwan meminta untuk naik ketinggian.

Editor: galih permadi
Istimewa
Captain Afwan (kanan), pilot pesawat Sriwijaya Air SJY182. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan kode penerbangan SJ 182 pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB masih terus diselidiki. 

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.

Sebelum kejadian pilot Sriwijaya Air SJ 182 Captain Afwan meminta untuk naik ketinggian.

Baca juga: Cerita Mistis Bagus Penjaga Gedung Wanita Karanganyar Ada Penampakan Bayangan Hitam Besar Mata Merah

Baca juga: Hendi Yakinkan Warga Semarang Vaksin Covid-19 Aman dan Halal

Baca juga: Biodata Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Hari Ini, Sempat Terpapar Corona

Baca juga: Basarnas Terima 36 Kantong Mayat Penumpang Sriwijaya Air, Suasana Seketika Hening

Hal ini diketahui dari percakapan terakhir antara Captain Afwan dengan petugas ATC.

Dikutip dari Kompas.com, dari keterangan resmi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, setelah 4 menit lepas landas, Captain Afwan masih berkomunikasi dengan ATC (Air traffic control).

"Pada pukul 14.37 WIB, kapten pesawat sempat meminta naik ke ketinggian 29.000 feet (ketinggian jelajah).

Dinyatakan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam konferensi pers virtual dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu malam.

Budi pun menyebut, pesawat hilang dari radar dalam hitungan detik.

Juru Bicara Menteri Perhubungan, Adita Irawati, menyebut posisi terakhir pesawat diketahui berada di atas Kepulauan Seribu.

Aditia menambahkan, pada pukul 14.37 WIB, pesawat melewati ketinggian 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta approach.

Saat itulah, seperti disebut Budi, pesawat minta izin menambah ketinggian menuju ketinggian jelajah.

"(Pesawat mengarah) ke barat laut (north west).

Karenanya ATC menanyakan untuk melaporkan arah pesawat.

(Namun), dalam hitungan detik, pesawat hilang dari layar radar," ungkap Aditia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved