Breaking News:

Berita Solo

Pentas Ketoprak Balekambang Kini Seminggu Sekali, Belum Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Sekretaris Ketoprak Balekambang, Tatag Prihantoro menyampaikan, bahkan pihaknya harus memangkas 50 persen dari keikutsertaan anggotanya saat Pemberlak

Istimewa
Pentas kelompok Ketoprak Balekambang yang dilakukan secara live streaming dan boleh ditonton secara langsung dengan pembatasan penonton. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kelompok seni Ketoprak Balekambang Solo kini hanya bisa pentas sekali dalam sepekan.

Dengan hanya pentas sekali, hal itu belum bisa menjadi sumber penghasilan bagi para anggotanya.

Sekretaris Ketoprak Balekambang, Tatag Prihantoro menyampaikan, bahkan pihaknya harus memangkas 50 persen dari keikutsertaan anggotanya saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Nomor WA Bupati Kebumen Dihack, Pelaku Minta Transfer Uang

Baca juga: Mengharukan, Gadis 9 Tahun Menjual Kue Biayai Pemakaman Ayahnya

Baca juga: Inalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Ketua Baznas Pekalongan KH Muhammad Dzukron Meninggal

Baca juga: Kecelakaaan Maut di Bawen Semarang Truk Sampah Vs Truk Boks 3 Meninggal Seketika

Dia menyebut dengan diterapkannya PPKM, pentas Ketoprak Balekambang tidak boleh dihadiri oleh penonton.

Pada Pentas yang akan diselenggarakan, Sabtu (16/1/2021)  hanya akan melibatkan 35-40 orang atau 50 persen dari jumlah anggota yang ada.

"Pentas Ketoprak Balekambang belum bisa menjadi sumber penghidupan bagi para anggotanya. Kita tetap konsisten, ya karena semangat untuk terus melestarikan budaya, mempertahankan ketoprak ini agar tetap ada di Solo," ungkapnya, Sabtu (16/1/2021).

Tatag mengungkapkan, selama ini para pemain hanya mendapatkan upah berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu.

Upah itu, lanjut Tatag, diambil dari stimulan yang diberikan oleh Dinas Pariwisata Kota Solo.

"Penonton biasanya kita bebankan biaya tiket Rp 10 ribu. Biasanya yang nonton 100 orang, kalau pas pandemi cuma 15 orang," terangnya.

Satu di antara anggota, Darmono Kliwon mengaku, seluruh pentas yang akan ia lakukan di beberapa daerah seperti Blora, Pati, dan Purwodadi terpaksa batal karena pandemi. 

Namun, dia masih merasa beruntung lantaran masih bisa pentas di Balekambang.

"Sekarang sudah bisa seminggu sekali, dulu pas awal-awal pandemi jadwal pentas di Balekambang sempat hanya 2 minggu sekali," ungkapnya.

Kini, dia hanya bisa pasrah dan manut dengan aturan pemerintah, hal itu lantaran menurutnya aturan yang diterbitkan sebagai upaya penanggulangan Covid-19.

Menurutnya, yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah keputusan yang terbaik.

"Tontonan kan identik dengan penonton dan penanggap. Kalau tontonan tidak ditonton ya rasanya hambar juga," tandasnya. (kan)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved