Penanganan Corona
Fakta Baru 50 Pasien Sembuh Corona di Semarang Kembali Terinfeksi Covid-19, Ini Penjelasan Hakam
Penyintas Covid-19 masih berpotensi mengalami reinfeksi atau kembali tertular.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyintas Covid-19 masih berpotensi mengalami reinfeksi atau kembali tertular.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyampaikan, kasus reinfeksi Covid-19 pun sudah terjadi di Kota Semarang.
Hanya saja, pihaknya belum menghitung secara pasti berapa bayak reinfeksi terjadi di Kota Lunpia.
Baca juga: Kabar Duka, Widia Meninggal Kecelakaan Kerja Terjepit Lift, Akhir Januari Akan Menikah
Baca juga: BREAKING NEWS: Perumahan Dinar Indah Semarang Diterjang Banjir, Sejumlah Mobil Tenggelam
Baca juga: Sosok Syekh Hasan dan Akbar Digadang Jadi Penerus Syekh Ali Jaber: Tutur Bahasanya Masya Allah
Baca juga: Ini Daftar 29 Nama Korban Meninggal Tragedi Sriwijaya Air Berhasil Diidentifikasi Hingga Malam Ini
Menurutnya, kejadian reinfeksi cukup banyak, semisal di tempat isolasi rumah dinas wali kota Semarang yang kini berstatus RS darurat Covid-19.
Dari jumlah 6.000 pasien yang sempat dirawat di sana, dia menghitung, ada sekitar 50 orang yang telah sembuh kemudian mengalami reinfeksi.
Sementara di rumah sakit lain, pihaknya belum mendapatkan laporan secara detail.
"Reinfeksi sangat mungkin karena kita belum tahu virus jenis corona apa yang masuk ke seseorang," ucap Hakam, Minggu (17/1/2021).
Meski demikian, sambungnya, kasus reinfeksi harus dipastikan terlebih dahulu.
Apabila penyintas Covid-19 kembali terpapar dengan mengalami gejala, tentu yang bersangkutan bisa terbilang reinfeksi.
Sebaliknya jika tidak mengalami gejala, menurutnya, hal itu kurang tepat disebut reinfeksi.
Pasalnya, penyintas Covid-19 yang melakukan swab test dalam jangka waktu tiga bulan bisa saja hasilnya masih menunjukan positif meski virus tersebut sudah tidak dapat menular ke orang lain.
"Jadi harus pastikan kalau menyebut reinfeksi. Pertama, harus bergejala semisal batuk, pilek, demam, atau sesak nafas.
Kalau tidak bergejala saya kira bukan reinfeksi. Mesin PCR bisa mendeteksi virus hingga 80 hari atau tiga bulan. Namun, virus itu tidak menularkan," jelasnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kota-semarang-moh-abdul-hakam-meneh-eyf.jpg)