Harga Emas Antam Terjun Bebas, Sepekan Anjlok Rp 25 Ribu

Harga emas batangan Antam tengah dalam tren penurunan. Dalam sepekan harga logam mulia itu di Kota Semarang mengalami penurunan sebesar Rp 25.000.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: Vito
Tribun Jateng/ Ruth Novita Lusiani
Produk emas dipamerkan di booth Butik Emas Antam Semarang dalam sebuah pameran di Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tengah dalam tren penurunan. Dalam sepekan, harga logam mulia itu di Kota Semarang tercatat mengalami penurunan sebesar Rp 25.000.

Pada Senin (18/1), harga emas Antam berada di angka Rp 948.000/gram, mengalami penurunan Rp 12.000 dari harga sebelumnya, yaitu Jumat (15/1), sebesar Rp 960.000/gram.

Harga pada hari Jumat itu sempat mengalami kenaikan Rp 1.000 dari hari sebelumnya, Kamis (14/1), sebesar Rp 959.000/gram. Namun, harga emas Antam pada Kamis itu sudah mengalami penurunan Rp 10.000 dari hari sebelumnya, Rabu (13/1), di angka Rp 969.000/gram.

Harga pada hari Rabu itu sempat mengalami kenaikan Rp 8.000 dari hari sebelumnya, Selasa (12/1), sebesar Rp 961.000/gram. Harga pada Selasa itu mengalami kenaikan Rp 5.000 dari hari sebelumnya, Senin (11/1), di angka Rp 956.000/gram.

Namun, harga emas Antam pada hari Senin itu sudah mengalami penurunan cukup tajam mencapai Rp 17.000 dari harga sebelumnya, yaitu Jumat (8/1), di angka Rp 973.000/gram.

Tren penurunan harga emas batangan Antam itu seiring dengan harga saham perseroan (ANTM) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (18/1). Kekalahan Antam di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjadi sentimen negatif saham ANTM.

Saham ANTM pada perdagangan Senin (18/1) dibuka Rp 2.990, turun dibandingkan dengan transaksi penutupan sehari sebelumnya Rp 3.120. Hingga Senin (18/1), pukul 10.23, harga saham ANTAM tetap terjerembab di zona merah, bahkan sempat ke level Rp 2.910 pada pukul 09.05.

Diketahui, Antam dijatuhi hukuman untuk membayar kerugian senilai Rp 817,4 miliar, atau setara 1,1 ton emas kepada Budi Said, seorang pengusaha asal Surabaya.

Hal itu terjadi setelah majelis hakim yang diketuai Martin Ginting mengabulkan gugatan Budi Said pada perkara perdata dengan nomor perkara 158/Pdt.G/2020/PN Sby di PN Surabaya pada Jumat (15/1).

Mendapati keputusan tersebut, SVP Corporate Secretary Antam, Kunto Hendrapawoko menegaskan, Antam akan mengajukan banding. Ia menyatakan, Antam sesungguhnya berada pada posisi yang tidak bersalah atas gugatan yang diajukan Budi Said.

“Sehubungan dengan putusan PN Surabaya terhadap kasus gugatan Budi Said terkait dengan pembelian emas di Butik Surabaya, Antam melalui kuasa hukum akan menempuh upaya hukum dengan mengajukan banding,” katanya, kepada Kontan, Sabtu (16/1).

Kasus itu bermula ketika Budi membeli emas Antam pada 2018 silam melalui Eksi Anggraeni, yang mengaku sebagai marketing Antam. Dalam transaksi itu, Eksi menjanjikan harga diskon kepada Budi, yang kemudian memesan emas batangan sebanyak 7,071 ton kepada Eksi.

Namun, dari 7.071 kg yang disepakati antara Budi dengan Eksi, emas batangan yang diterima hanya sebanyak 5.935 kg. Sedangkan selisihnya 1.136 kg tidak pernah diterima Budi. Padahal, menurut pengakuan Budi, uang telah diserahkan ke PT Antam sebesar Rp 3,5 triliun.

Budi menyebut, saat itu dirinya tertarik membeli emas Antam lantaran tergiur dengan program potongan harga yang dijelaskan Eksi. Namun, setelah melakukan pembayaran melalui transfer secara bertahap, kekurangan emas yang dibeli tidak kunjung diterima Budi.

Budi pun merasa ditipu dan melakukan gugatan hukum, setelah sebelumnya sempat mengirim surat ke PT Antam Cabang Surabaya dan tidak pernah dibalas, serta berkirim surat ke Antam pusat di Jakarta.

Kendati demikian, Antam pusat menyatakan tidak pernah menjual emas dengan harga diskon. (Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani/tribun network)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved