Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Pemkab Purbalingga Ajak Kemenperin Dukung Revitalisasi IKM Gula Kelapa, Batik hingga Logam

Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengajak Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin RI) mendukung 4 program Revitalisasi Industri Kecil dan Menengah (I

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat melakukan kunjungan kerja ke Ditjen IKMA Kemenperin RI, pada Rabu (20/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA -  Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengajak Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin RI) mendukung 4 program Revitalisasi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Empat program tersebut diantaranya program revitalisasi sentra IKM gula kelapa, pengolahan nanas, batik dan program penguatan UPT logam.

Menurut Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dukungan 4 sektor IKM tersebut sangat diperlukan.

"Untuk IKM Gula Kelapa misalnya tingkat produksi masih rendah yakni 5 - 50 ton perbulan," ujar Tiwi saat melakukan kunjungan kerja ke Ditjen IKMA Kemenperin RI, pada Rabu (20/1/2021). 

Program revitalisasi IKM Gula Kelapa yang bisa dilakukan terdiri dari 2 kegiatan.

Pertama, penguatan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan cara bantuan peralatan, pendampingan sertifikasi dan fasilitasi pemasaran ekspor. 

Kedua, revitalisasi dengan pembangunan gedung produksi yang sesuai standar, fasilitas peralatan, pendampingan dan sertifikasi GMP and HACCP, serta sistem manajemen berbasis IT.

Sektor IKM Nanas di Purbalingga juga memiliki beberapa permasalahan, diantaranya belum memiliki alat atau teknologi pengalengan dan pengalengan dilakukan diluar Purbalingga. 

Hal itu semakin memperbesar biaya produksi yang berdampak kepada harga jual yang tinggi sehingga harga jual kurang bersaing di pasar ekspor. 

"Program yang dapat dilakukan untuk revitalisasi IKM Nanas diantaranya, fasilitasi mesin dan peralatan proses pengalengan nanas.

Kemudian rehabilitasi sarana tempat produksi untuk memenuhi standar keamanan pangan dan pendampingan sertifikasi GMP/HACCP dan fasilitasi pemasaran ekspor," terangnya. 

Sentra IKM Batik di Purbalingga juga membutuhkan support karena selama ini masih menghadapi beberapa kendala.

Misalnya pangsa pasar masih terbatas, produktivitas dan diversifikasi produk masih rendah, belum memiliki branding produk yang kuat, dan sarana prasarana yang dimiliki IKM masih terbatas.

Hal yang dibutuhkan dalam revitalisasi IKM Batik di Purbalingga adalah revitalisasi Kampung Batik Limbasari dan 19 sentra batik yang lain.

Kemudian revitalisasi bangunan outlet pemasaran dan edukasi, bantuan peralatan dan prasarana batik, pelatihan bimbingan teknik desain, pewarnaan dan produk turunan batik dan sertifikasi profesi atau keahlian batik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved