Breaking News:

Berita Purbalingga

Penjual Es Cappucino di Purbalingga Ini Pakai Tramadol Biar Tambah Semangat Kerja

DI (30) warga Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten PurbaIingga diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga.

ISTIMEWA
Konferensi pers kasus peredaran obat terlarang di Mapolres Purbalingga, pada Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Mengedarkan obat terlarang jenis Tramadol, DI (30) warga Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten PurbaIingga diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga.

Kabag Ops Polres PurbaIingga, Kompol Pujiono dalam konferensi pers, Kamis (21/1/2021) menyampaikan tersangka membeli obat daftar G melalui salah satu aplikasi jual beli online.

"Selain dikonsumsi sendiri, obat terlarang tersebut juga dibagikan serta dijual kepada teman-temannya," ujar Kompol Pujiono kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/1/2021). 

Pujiono menjelaskan pengungkapan kasus bermula saat adanya informasi bahwa seseorang di wilayah Kecamatan Kejobong menjual obat terlarang.

Polisi kemudian melakukan observasi dan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka di wilayah Kecamatan Kejobong, pada Jumat (8/1/2021) malam.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa 27 lempeng berisi 270 butir obat terlarang jenis Tramadol, satu buah telepon genggam dan sebuah tas abu-abu yang digunakan untuk menyimpan obat terlarang tersebut.

Berdasarkan keterangan tersangka, ia mengaku mengonsumsi obat terlarang untuk menambah semangat dalam bekerja agar tidak mudah lelah.

Tersangka sehari-hari berjualan es Cappucino di salah satu kios wilayah Kecamatan Kejobong.

"Tersangka mengaku mengonsumsi obat terlarang jenis Tramadol sejak bulan Juli 2020 hingga sekarang.

Selain digunakan sendiri, ia juga menjual obat terlarang yang dibelinya kepada teman-temanya seharga Rp. 25 ribu per lempeng," terangnya.

Tersangka dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) Undangan-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 Miliar. (jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved