Berita Video
Video 6 ABK Kapal Penarik Tongkang yang Hilang Ditemukan di Tengah Laut
Enam awak kapal penarik tongkang yang hilang di perairan Kabupaten Pemalang akhirnya diketemukan.
Penulis: budi susanto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Berikut ini video 6 ABK Kapal Penarik Tongkang yang Hilang Ditemukan di Tengah Laut
Enam awak kapal penarik tongkang yang hilang di perairan Kabupaten Pemalang akhirnya diketemukan.
Awak kapal tersebut ditemukan oleh nelayan Desa Mojo Kecamatan Ulujami Pemalang, di perairan Roban Kabupaten Batang, Rabu (20/1) lalu.
Mereka kemudian dibawa ke Pelabuhan Perikanan Wonokerto Kabupaten Pekalongan dengan kondisi selamat.
Adapun data dari Polairud Polda Jateng, enam awak itu berasal dari berbagai daerah.
Menurut Komandan Kapal IX-1015 Dit Polairud Polda Jateng, Bripka Wahyoe Tri Pamungkas, yang melakukan pendataan ke enam awak itu, kapten kapal pandu bernama Aripin, warga Cuanjur Jawa Barat.
"Selain itu ada Haryono warga Kelurahan Siantar Hilir, Pontianak, Galih Pratama, warga Patok Besi, Kabupaten Subang. Cahyanta Bangun warga Pakem Tetek, Simo Boyolali, Maulana Sinaga, warga Ranah Bantahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Serta Cristoper warga Bekasi Selatan," terangnya, Kamis (21/1/2021).
Dilanjutkannya, semua awak kapal penarik tongkang diketemukan selamat, hanya mengalami kelelahan.
"Mereka hanya kelelahan, mungkin karena terombang-ambing di laut selama 12 jam. Kini mereka sudah dipulangkan," paparnya.
Sementara itu, dalam video yang diperoleh Tribunjateng.com dari Polairud Polda Jateng, beberapa awak kapal penarik tongkang itu menceritakan kronologi insiden yang mereka alami.
Dituturkan Aripin, kapten kapal penarik tongkang dalam video, kapal yang ia kendalikan sedang menarik tongkang bermuatan alat berat dari Jakarta menuju Bali.
"Kami dari pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta menuju Pelabuhan Bali Karang Asem, kami berangkat hari Sabtu (16/1) pagi," jelasnya.
Dilanjutkannya, sesampainya di perairan Pemalang kapal tongkang dan kapal pandu yang ia kendalikan dihantam ombak.
"Sampai di Pemalang hari Selasa (19/1) malam, dan saat itu kapal kami dihantam ombak. Usai dihantam ombak dan menerjang karang, mesin kapal mati, air juga masuk ke kapal," katanya.
Ditambahkannya, kemunkinan lambung kapal rusak, karena air laut masuk ke lambung kapal.
"Untuk itu kami memutuskan menyelamatkan diri menggunakan sekoci darurat, hingga kami ditemukan dan dibawa ke pelabuhan," ujarnya dalam video. (bud)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :