Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

Disdik Salatiga Perpanjang PJJ Sekolah Selama Satu Minggu, Mulai 25-30 Januari

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) sekolah di Kota Hati Beriman.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarwati. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) sekolah di Kota Hati Beriman.

Kepala Disdik Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengatakan selain memperpanjang PJJ, masa kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan sistem work from home (WFH) juga diperpanjang.

"PJJ berlaku bagi semua sekolah baik SD dan SMP selama satu minggu atau mulai  25 hingga 30 Januari 2021," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (23/1/2021)

Dibully karena Ikut Jarah Minuman di Tawangmangu, 2 Gadis ABG: Ini Saya Kembalikan, Bukan Hak Saya

Crazy Rich Malang Cek Saldo ATM, Beri Rp 500 Ribu Bagi yang Bisa Tebak Nominalnya

Segini Saldo Asli Rekening Steven Crazy Rich Surabaya, Ngaku Cuma Ada Rp 15 Juta di ATM

Zikri Waka Kesiswaan SMKN Ngotot Semua Siswi Wajib Pakai Jilbab Termasuk Non Muslim, Videonya Viral

Menurut Yuni, meskipun belum ada surat edaran resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mengenai sistem WFH tetapi secara internal Disdik memberlakukan kebijakan memperpanjang WFH.

Ia menambahkan, kebijakan PJJ maupun WFH mengingat tren kasus virus Corona (Covid-19) di Kota Salatiga belum menunjukkan tanda selesai.

"Kemudian, alasan lain karena ada ASN kami yang terpapar Covid-19.

WFH dan PJJ dilakukan untuk mengantisipasi penularan baik di kantor maupun sekolah," katanya

Pihaknya mengungkapkan, seorang ASN Disdik Kota Salatiga terkonfirmasi positif Covid-19.

Hasil trecking diketahui sebanyak dua orang dinyatakan kontak erat.

Meskipun demikian lanjutnya, Disdik Kota Salatiga tidak menerapkan lockdown tetapi hanya WFH sebagai langkah antisipasi penularan dengan menyemprotkan lingkungan kantor dengan cairan disinfektan. 

"Keputusan kami tidak lockdown hanya WFH terkait adanya pegawai kami terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya. (ris)

Perut Karyawati Minimarket Karanganyar Ditusuk Orang Misterius, Korban Hamil 7 Bulan, Wajahnya Lebam

Kebakaran Mobil Honda HRV di Semarang Disebabkan Korsleting: Sering Kemasukan Tikus

Ini Alasan Baskoro Sopir Truk Kecelakaan di Tawangmangu Pakai Google Maps, Muatan Lalu Dijarah

Hasil Rampokan Uang Setoran SPBU Semarang Dibagi Rata, Jatah Tiap Perampok Rp 90 Juta

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved