Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Artis

Profil Nasida Ria Grup Kasidah Legendaris Asal Semarang Jadi Trending Twitter

Grup musik kasidah legendaris Nasida Ria sempat menjadi trending di media sosial Twitter, Sabtu (23/1/2021).

Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM - Grup musik kasidah legendaris Nasida Ria sempat menjadi trending di media sosial Twitter, Sabtu (23/1/2021).

Grup musik yang membawakan lagu islami tersebut menjadi buah bibir netizen seusai sebuah media nasinal membahas profil mereka.

Tautan berita tersebut pun banyak dibagikan netizen melalui cuitan tentang grup musik yang telah berdiri selama 45 tahun tersebut.

Nasida Ria adalah sebuah band kasidah modern Indonesia yang terdiri dari 9 wanita dari Semarang, Jawa Tengah.

Crazy Rich Malang Cek Saldo ATM, Beri Rp 500 Ribu Bagi yang Bisa Tebak Nominalnya

Cara Pindahkan Grup WA WhatsApp ke Signal

Segini Saldo Asli Rekening Steven Crazy Rich Surabaya, Ngaku Cuma Ada Rp 15 Juta di ATM

Biodata Glenca Chysara Pemeran Elsa Ikatan Cinta, Datang dari Keluarga Artis

Dibentuk pada tahun 1975, Nasida Ria merupakan salah satu kelompok kasidah modern tertua di Indonesia.

Nasida Ria dibentuk di Semarang, Jawa Tengah oleh seorang guru qira'at, HM Zain.

Zain yang sebelumnya berpengalaman dengan kelompok campur Assabab, mengumpulkan sembilan siswinya untuk membuat sebuah grup musik.

Album debut Nasida Ria, Alabaladil Makabul, dibuat tiga tahun kemudian dan dipasarkan oleh Ira Puspita Records.

Musik Nasida Ria terinspirasi dari musik dakwah Arab, bahkan tiga album merekabanyak lagu yang menggunakan Bahas Arab.

Namun seusai mendapatkan saran dari kyai Ahmad Buchori Masruri, dakwah Nasida Ria melalui musik akan lebih efektif jika berbahasa Indonesia.

Gaya Nasida Ria pun diubah dan Masruri juga menulis lagu untuk mereka dengan nama samaran Abu Ali Haidar.

Dari situlah musik Nasida Ria yang baru mulai populer melalui lagu legendaris seperti Pengantin Baru, Tahun 2000, Jilbab Putih, Anakku dan Kota Santri.

Lagu mereka banyak diputar di radio, dan mulai muncul di telivisi nasional.

Nasida Ria akhirnya bisa melakukan tur di seluruh Indonesia.

Tak hanya terkenal di Indoensia, Nasida Ria pernah mengadakan konser di Malaysia untuk merayakan Tahun Baru Islam.

Mereka juga pernah diundang ke Berlin, Jerman oleh Haus der Kulturen der Welt untuk bermain di Die Garten des Islam (Pameran Budaya Islam).

Pada Juli 1996, mereka kembali ke Jerman untuk Festival Heimatklange, dengan acara di Berlin, Mülheim, dan Düsseldorf.

Grup musik religi  tersebut kini terus eksis bertahan lintas generasi di tengah gempuran zaman.

Dilansir Tribunjateng.com, Jumat (8/1/2021), Manajer Nasida Ria Generasi 3, Zuhad Mahdi mengungkapkan, ada tiga hal yang paling tidak membuat Nasida Ria survive hingga saat ini. 

Pertama, dari segi internal. Personil Nasida Ria dididik dengan sistem kekeluargaan sehingga membuat antar personil solid.

Kedua, manajemen selalu paham kondisi perkembangan zaman sehingga melakukan pemasaran mengikuti tren yang ada.

Ketiga, berkaitan dengan lagu Nasida Ria yang mayoritas mempunya relevansi dengan zaman.

Tema lagu Nasida Ria yang beragam sangat related dengan fenomena di masyarakat.

"Kami sudah menelurkan lebih dari 400 lagu dikemas dalam  36 album," ujarnya.

Tak hanya album, kata dia, Nasida Ria bertransformasi dengan merambah ke pelbagai platform musik streaming seperti Spotify, Joox, Youtube dan lainnya.

Langkah itu diambil selepas pihaknya melakukan serangkaian riset. 

Hasilnya, ternyata jutaan pendengar setia Nasida Ria saat ini dominan menikmati musik di platform tersebut.

"Tentu kami menyesuaikan ranah pemasaran sesuai selera pasar yang mayoritas kaum kawula muda," bebernya. 

Dia menyebut, lima tahun belakangan Nasida Ria mulai dinikmati oleh pendengar anak muda. (tribunjateng/non)

Dibully karena Ikut Jarah Minuman di Tawangmangu, 2 Gadis ABG: Ini Saya Kembalikan, Bukan Hak Saya

Eko Patrio Salah Tulis Karangan Bunga, Beri Ucapan Selamat Menikah untuk Vega Darwanti dan Mertua

Lompat dari Mobil Berjalan saat Cekcok dengan Suami, Perempuan Ini Tewas Terjatuh di Sungai Pati

Kisah Alana Hafiz Cilik Banjarnegara, Menangis hingga Tak Mau Makan Dengar Syekh Ali Jaber Meninggal

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved