Juz Amma
Surat Al Ma'arij Lengkap Arab Latin dan Artinya
Berikut bacaan Surat Al Ma'arij dan artinya dalam Bahasa Indonesia sebagai bagian dari surah makkiyah karena diturunkan di Makkah.
Penulis: Muhammad Khoiru Anas | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Berikut bacaan Surat Al Ma'arij dan artinya dalam Bahasa Indonesia.
Surat Al Ma'arij merupakan surah ke-70 yang diturunkan setelah Surat Al Haqqah.
Surat ini tergolong sebagai surah makkiyah karena diturunkan di Makkah.
Jumlah ayatnya ada 44.
• Surat Al Qiyamah Lengkap Arab Latin dan Artinya
• Surat Al Mulk Lengkap Arab Latin dan Artinya
• Surat Nuh Lengkap Arab Latin dan Artinya
Dalam Alquran, Surat Al Ma'arij menempati juz 29 tepatnya setelah Surat Al Haqqah.
Surat Al Ma'arij namanya diambil dari akhir ayat ketiga.
Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, Al Ma'arij berarti tempat naik.
Selengkapnya simak bacaan Surat Al Ma'arij lengkap Arab latin dan artinya dalam Bahasa Indonesia.
سَأَلَ سَآئِلُۢ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ
Sa ala saa ilun bi'adzaabin waaqi'.
"Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa."
لِّلۡكَٰفِرِينَ لَيۡسَ لَهُۥ دَافِعٍ
Lilkaafirina laisa lahuu daafi'.
"Orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya."
مِّنَ ٱللَّهِ ذِي ٱلۡمَعَارِجِ
Minallahi dziil ma'aarij.
"Yang datang dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik."
تَعۡرُجُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيۡهِ فِي يَوۡمٍ كَانَ مِقۡدَارُهُۥ خَمۡسِينَ أَلۡفَ سَنَةٍ
Ta'rujul malaa ikatu warruuhu ilaihi fii yaumin kaana miqdaaruhu khamsiina alfa sanah.
"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun."
فَٱصۡبِرۡ صَبۡرٗا جَمِيلًا
Faashbir shabran jamiilaa.
"Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik."
إِنَّهُمۡ يَرَوۡنَهُۥ بَعِيدٗا
Innahum yaraunahu ba'iidaa.
"Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil)."
وَنَرَىٰهُ قَرِيبٗا
Wa naraahu qariibaa.
"Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi)."
يَوۡمَ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلۡمُهۡلِ
Yauma takuunussamaa-u kal muhl.
"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak."
وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ
Wa takuunul jibaalu kal 'ihn.
"Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan)."
وَلَا يَسَۡٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمٗا
Wa laa yas-alu hamiimun hamiimaa.
"Dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya."
يُبَصَّرُونَهُمۡۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِي مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِئِذِۢ بِبَنِيهِ
Yubash sharuunahum yawaddul mujrimu lau yaftadii min 'adzaabi yaumi idzin bibaniih.
"Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya."
وَصَٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ
Wa shaahibatihi wa akhiih.
"Dan isterinya dan saudaranya."
وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِي تُٔۡوِيهِ
Wa fashiilati hillatii tu'wiih.
"Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia)."
وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ثُمَّ يُنجِيهِ
Wa man fiil ardhi jamii'an tsumma yunjiih.
"Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya."
كَلَّآۖ إِنَّهَا لَظَىٰ
Kallaa innahaa lazhaa.
"Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak."
نَزَّاعَةٗ لِّلشَّوَىٰ
Nazzaa'atan li sysyawaa.
"Yang mengelupas kulit kepala."
تَدۡعُواْ مَنۡ أَدۡبَرَ وَتَوَلَّىٰ
Tad'uu man adbara watawallaa.
"Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama)."
وَجَمَعَ فَأَوۡعَىٰٓ
Wa jama'a fa au'aa.
"Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya."
إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا
Innal insaana khuliqa haluu'aa.
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir."
إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعٗا
Idzaa massahusy-syarru jazuu'aa.
"Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah."
وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا
Wa idzaa massahul khairu manuu'aa.
"Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir."
إِلَّا ٱلۡمُصَلِّينَ
Ilaal mushalliin.
"Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat."
ٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ دَآئِمُونَ
Al ladziina hum 'alaa shalaatihim daa imuun.
"Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya."
وَٱلَّذِينَ فِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقٌّ مَّعۡلُومٌ
Waal ladziina fii amwaalihim haqqun ma'luum.
"Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu."
لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ
Li ssaa ili wal mahruum.
"Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)."
وَٱلَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ
Waal ladziina yushaddiquuna biyaumiddiin.
"Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan."
وَٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ
Waal ladziina hum min 'adzaabi rabbihim musyfiquun.
"Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya."
إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمۡ غَيۡرُ مَأۡمُونٍ
Inna 'adzaaba rabbihim ghairu ma'muun.
"Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya)."
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ
Waal ladziina hum lifuruujihim haafizhuun.
"Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya."
إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ
Illaa 'alaa azwaajihim au maa malakat aimaanuhum fa innahum ghairu maluumiin.
"Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela."
فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ
Fa maniibtaghaa waraa a dzalika fa uulaa-ika humul 'aaduun.
"Barangsiapa mencari yang di balik itu [1513], maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ
Waal ladziina hum amaanaatihim wa'ahdihim raa'uun.
"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya."
وَٱلَّذِينَ هُم بِشَهَٰدَٰتِهِمۡ قَآئِمُونَ
Waal ladziina hum bisyahaadaatihim qaa imuun.
"Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya."
وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ
Waal ladziina hum 'alaa shalaatihim yuhaafizhuun.
"Dan orang-orang yang memelihara shalatnya."
أُوْلَٰٓئِكَ فِي جَنَّٰتٍ مُّكۡرَمُونَ
Uulaa ika fii jannaatin mukramuun.
"Mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan."
فَمَالِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ قِبَلَكَ مُهۡطِعِينَ
Fa maalil-ladziina kafaruu qibalaka muhthi'iin.
"Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu."
عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ عِزِينَ
'Anil yamiini wa'anisy-syimaali 'iziin.
"Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok."
أَيَطۡمَعُ كُلُّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ أَن يُدۡخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ
Ayathma'u kulluumri-in minhum an yudkhala jannata na'iim.
"Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam syurga yang penuh kenikmatan?"
كَلَّآۖ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّمَّا يَعۡلَمُونَ
Kallaa innaa khalaqnaahum mimmaa ya'lamuun.
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani)."
فَلَآ أُقۡسِمُ بِرَبِّ ٱلۡمَشَٰرِقِ وَٱلۡمَغَٰرِبِ إِنَّا لَقَٰدِرُونَ
Fa laa uqsimu birabbil masyaariqi wal maghaaribi innaa laqaadiruun.
"Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa."
عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ
'Alaa an nubaddila khairan minhum wa maa nahnu bimasbuuqiin.
"Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan."
فَذَرۡهُمۡ يَخُوضُواْ وَيَلۡعَبُواْ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ
Fa dzarhum yakhuudhuu wayal'abuu hattaa yulaaquu yaumahumul-ladzii yuu'aduun.
"Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka."
يَوۡمَ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ سِرَاعٗا كَأَنَّهُمۡ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ
Yauma yakhrujuuna minal ajdaatsi siraa'an kaannahum ilaa nushubin yuufidhuun.
"Yaitu pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia)."
خَٰشِعَةً أَبۡصَٰرُهُمۡ تَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٞۚ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلَّذِي كَانُواْ يُوعَدُونَ
Khaasyi'atan abshaaruhum tarhaquhum dzillatun dzaalikal yaumul-ladzii kaanuu yuu'aduun.
"Dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka."
Dari terjemahannya Surat Al Ma'arij berisi perintah Allah SWT untuk sabar dalam menghadapi segala macam cobaan.
Surat Al Ma'arij juga menegaskan peristiwa hari kiamat dan perbuatan yang akan menuntun masuknya manusia ke neraka.
Diterangkan pula tentang amal perbuatan yang akan membawa manusia ke jalan kebenaran dengan hadiah surga.
Demikian bacaan Surat Al Ma'arij dan artinya, semoga bermanfaat. (amk)
TONTON JUGA dan SUBSCRIBE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/surat-al-maarij-lengkap-arab-latin-dan-artinya.jpg)