Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Belum Qadha Puasa Ramadan tapi Ingin Puasa Dzulhijjah, Bolehkan Digabung Saja? Berikut Penjelasannya

Apakah boleh menggabungkan puasa sunnah Dzulhijjah dengan qadha puasa Ramadhan yang belum selesai?

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
tribunnews
Ilustrasi puasa 

Belum Qadha Puasa Ramadan tapi Ingin Puasa Dzulhijjah, Bolehkan Digabung Saja? Berikut Penjelasannya

TRIBUNJATENG.COM - Apakah boleh menggabungkan puasa sunnah Dzulhijjah dengan qadha puasa Ramadhan yang belum selesai?

Pertanyaan ini seringkali dilontarkan mengingat Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang penuh keutamaan dalam Islam.

Umat Islam pun berlomba-lomba memperbanyak ibadah di bulan ini, salah satunya ibadah puasa sunah.

Berdasarkan informasi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), mulai 18 Mei 2026 umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah di awal Dzulhijjah sebagai bentuk ibadah menyambut hari-hari yang penuh keberkahan.

Seperti diketahui, saat bulan Dzulhijjah datang, umat Muslim dianjurkan melaksanakan puasa sunnah 10 hari hingga menjelang datangnya Tarwiyah dan Arafah.

Baca juga: Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis Bolehkah Digabung? Simak Penjelasan dan Niatnya

Nah, lantas, bolehkah menggabungkan puasa sunnah Dzulhijjah dengan qadha puasa Ramadhan yang belum selesai?

Hukum Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dan Qadha Ramadhan

Dalam Islam, puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban yang harus ditunaikan terlebih dahulu bagi mereka yang memiliki utang puasa.

Mengutip penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), seseorang diperbolehkan melaksanakan puasa qadha Ramadhan pada hari-hari yang bertepatan dengan puasa sunnah Dzulhijjah.

Artinya, ketika seseorang menjalankan puasa wajib, ia tetap bisa mendapatkan keutamaan puasa sunnah di waktu tersebut.

Pandangan ini juga sejalan dengan pendapat Imam Al-Barizi yang dinukil oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi, bahwa amalan wajib yang dilakukan di waktu istimewa dapat sekaligus mendatangkan pahala sunnahnya, meskipun seseorang hanya berniat mengerjakan puasa wajib seperti qadha Ramadhan.

Kemudian, menurut mayoritas ulama fikih dari mazhab Hanafiyah, Syafi’iyah, serta Imam Ahmad bin Hanbal, menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah seperti Dzulhijjah hukumnya sah. 

Artinya, seorang Muslim diperbolehkan untuk melaksanakan satu puasa dengan dua niat yaitu niat mengganti puasa Ramadhan dan sekaligus meraih keutamaan puasa Dzulhijjah, seperti Arafah.

Hal ini berdasarkan prinsip bahwa amalan sunnah yang bersifat umum dapat digabungkan dengan amalan wajib, selama tidak ada dalil khusus yang melarangnya.

Tak hanya itu, salah satu rujukan penting dalam hal ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, seorang ulama besar Arab Saudi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved