Penanganan Corona
Ketua DPRD Kudus Tak Ikut Vaksinasi Corona: Saya Alumni Covid
Masan sebelumnya pernah menjadi pasien karena terpapar Covid-19 dan dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ketua DPRD Kudus, Masan menjadi satu-satunya anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tidak divaksin, pada hari Senin (25/1/2021) ini.
Pasalnya, Masan sebelumnya pernah menjadi pasien karena terpapar Covid-19 dan dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
"Saya tidak divaksin karena alumni Covid.
Yang sudah pernah kena Covid, antibodinya akan terbentuk dengan sendirinya," jelas dia, saat ditemui di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Penyintas Covid-19 itu mengingatkan, kepada kawan-kawan Forkopimda untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Hal itu karena setelah divaksin sekalipun, masih memungkinkan untuk tertular Covid-19.
"Harapannya ini bisa menjadi solusi penyebaran Covid-19, meskipun tetap harus menjaga protokol kesehatan," ujar dia.
Dia menjelaskan, siap mendonorkan darahnya jika ada pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma darah golongan O.
"Kalau ada yang membutuhkan plasma darah golongan O saya siap menjadi pendonor," jelas dia.
Kendati demikian, sampai saat ini belum ada alat untuk donor plasma konvalesen yang investasinya mencapai Rp 1 miliar.
Jumlah itu belum termasuk biaya perlengkapan pendukung lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo berencana akan melakukan pengadaan alat plasma darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kudus.
"Memang kami ada rencana membeli alat plasma darah.
Tapi ini kami masih menghitungnya," ujar dia.
(raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksinasi-dprd-kudus.jpg)