Jokowi Lantik Komjen Lisyto Jadi Kapolri di Rabu Pon
Rabu Pon merupakan weton kelahiran Jokowi. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton merupakan hari istimewa untuk menentukan hari baik.
Rupanya, Rabu Pon ini merupakan weton kelahiran pria 69 tahun ini. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton merupakan hari istimewa yang bisa menjadi dasar untuk menentukan hari baik atau hari keberuntungan seseorang.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton kelahiran bisa menunjukkan watak, peruntungan, hingga jodoh. Weton Rabu Pon memiliki jumlah neptu 14, yakni nilai Rabu 7 dan nilai Pon 7.
Dilansir dari TribunBatam.id, mereka yang lahir pada Rabu Pon memiliki sifat seperti rembulan. Suka menghibur, mampu menentramkan hati orang lain, dan berjiwa sosial tinggi.
Sayangnya, mereka cenderung kurang teguh atas keputusan yang dibuat. Ibaratnya seperti rembulan yang senantiasa berubah bentuk setiap tanggal tertentu.
Kekurangan lain dari orang-orang dengan weton Rabu Pon yakni kurang disiplin dan cenderung kurang bertanggungjawab. Tanpa sadar, mereka acap kali menyepelekan hal-hal kecil.
Pengamat budaya Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Bani Sudardi menyampaikan, hari kelahiran merupakan hari yang baik menurut tradisi Jawa. Namun, menurut dia, hanya Jokowi yang tahu alasan melakukan hal penting di hari kelahirannya tersebut.
"Memang kalau dalam tradisi Jawa, hari kelahiran itu hari yang baik ketika seseorang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar yang baik," ujarnya, saat dihubungi Tribunnews, Selasa (26/1).
Ia menyebut, hari kelahiran dipilih karena pada hari itu seseorang lahir dalam keadaan suci. "Melakukan pekerjaan di hari weton, karena hari weton bagi seseorang itu hari baik pada saat seseorang dilahirkan dalam keadaan yang suci," jelasnya.
Guru Besar Ilmu Budaya UNS itu berujar, orang Jawa memperingati kelahiran setiap 35 hari. "Maka menurut perhitungan Jawa, setiap 35 hari atau selapan, ini ada peringatan hari kelahiran. Jadi orang Jawa itu hari lahirnya setiap 35 hari. Ini sebagai hari yang baik, karena dianggap kembali ke kesucian atau ke fitrahnya," terangnya.
Meski demmikian, ia menyampaikan, banyak hari yang bisa dipilih dalam tradisi Jawa. Sehingga, melakukan hal baik tidak selalu bertepatan pada hari kelahiran. "Tapi tidak selalu hari kelahiran yang dipilih, banyak hari dalam tradisi Jawa yang bisa dipilih," ungkapnya. (tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/calon-tunggal-kapolri-komjen-listyo-sigit-prabowodalam-fit-and-proper-test.jpg)