Juz Amma
Surat Al Muddatsir Lengkap Arab Latin dan Artinya
Berikut bacaan Surat Al Muddatsir dan artinya dalam Bahasa Indonesia sebagai bagian dari surah makkiyah karena diturunkan di Makkah.
Penulis: Muhammad Khoiru Anas | Editor: abduh imanulhaq
Wa baniina syuhuudaa.
"Dan anak-anak yang selalu bersama dia."
وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمۡهِيدٗا
Wa mahhadtu lahuu tamhiidaa.
"Dan Ku lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya."
ثُمَّ يَطۡمَعُ أَنۡ أَزِيدَ
Tsumma yathma'u an aziid.
"Kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya."
كَلَّآۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِأٓيَٰتِنَا عَنِيدٗا
Kallaa, innahuu kaana li aayaatinaa 'aniidaa.
"Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Alquran)."
سَأُرۡهِقُهُۥ صَعُودًا
Sa urhiquhuu sha'uudaa.
"Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan."
إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
Innahuu fakkara waqaddar.
"Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya)."
فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ
Fa qutila kaifa qaddar.
"Maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?"
ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ
Tsumma qutila kaifa qaddar.
"Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?"
ثُمَّ نَظَرَ
Tsumma nazhar.
"Kemudian dia memikirkan."
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ
Tsumma 'abasa wabasar.
"Sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,"
ثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَ
Tsumma adbara waastakbar.
"Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri."
فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٌ يُؤۡثَرُ
Fa qaala in haadzaa illaa sihrun yu`tsar.
"Lalu dia berkata Alquran ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu)."
إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا قَوۡلُ ٱلۡبَشَرِ
In haadzaa illaa qaulul basyar.
"Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia."
سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ
Saushliihi saqar.
"Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar."
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ
Wa maa adraaka maa saqar.
"Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?"
لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ
Laa tubqii wa laa tadzar.
"Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan."
لَوَّاحَةٌ لِّلۡبَشَرِ
Law waahatul lilbasyar.
"Neraka Saqar adalah pembakar kulit manusia."
عَلَيۡهَا تِسۡعَةَ عَشَرَ
'Alaihaa tis'ata 'asyar.
"Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)."
وَمَا جَعَلۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَٰٓئِكَةٗۖ وَمَا جَعَلۡنَا عِدَّتَهُمۡ إِلَّا فِتۡنَةٗ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيَسۡتَيۡقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَيَزۡدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِيمَٰنٗا وَلَا يَرۡتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلۡكَٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡبَشَرِ
Wa maa ja'alnaa ashhaabannaari illaa malaa ikatan wa maa ja'alnaa 'iddatahum illaa fitnatal lil ladziina kafaruu liyastaiqinal-ladziina uutuul kitaaba wayazdaadal ladziina aamanuu iimaanan walaa yartaabal ladziina uutuul kitaaba wal mu`minuuna waliyaquulal ladziina fii quluubihim maradhun wal kaafiruuna maadzaa araadallahu bihaadzaa matsalaa kadzaalika yudhillullahu man yasyaa u wayahdii man yasyaa u wa maa ya'lamu junuuda rabbika illaa huwa wamaa hiya illaa dzikraa lilbasyar.
"Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan), apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan? Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.
كَلَّا وَٱلۡقَمَرِ
Kallaa wal qamar.
"Sekali-kali tidak, demi bulan."
وَٱلَّيۡلِ إِذۡ أَدۡبَرَ
Wal laili idz adbar.
"Dan malam ketika telah berlalu."
وَٱلصُّبۡحِ إِذَآ أَسۡفَرَ
Wash-shub hi idzaa asfar.
"Dan subuh apabila mulai terang."
إِنَّهَا لَإِحۡدَى ٱلۡكُبَرِ
Innahaa la ihdal kubar.
"Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar."
نَذِيرٗا لِّلۡبَشَرِ
Nadziiral lilbasyar.
"Sebagai ancaman bagi manusia."
لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَتَقَدَّمَ أَوۡ يَتَأَخَّرَ
Li man syaa a minkum an yataqaddama au yataakh khar.
"Yaitu bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur."
كُلُّ نَفۡسِۢ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِينَةٌ
Kullu nafsin bimaa kasabat rahiinah.
"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya."
إِلَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡيَمِينِ
Illaa ashhaabal yamiin.
"Kecuali golongan kanan."
فِي جَنَّٰتٍ يَتَسَآءَلُونَ
Fii jannaatin yatasaa aluun.
"Berada di dalam syurga, mereka tanya menanya,"
عَنِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ
'Anil mujrimiin.
"Tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa."
مَا سَلَكَكُمۡ فِي سَقَرَ
Maa salakakum fii saqar.
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ
Qaaluuu lam naku minal mushalliin.
"Mereka menjawab, Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat."
وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ ٱلۡمِسۡكِينَ
Wa lam naku nuth'imul miskiin.
"Dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin."
وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلۡخَآئِضِينَ
Wa kunnaa nakhuudhu ma'al khaa idhiin.
"Dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya."
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ
Wa kunnaa nukadz dzibu bi yaumiddiin.
"Dan adalah kami mendustakan hari pembalasan."
حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلۡيَقِينُ
Hattaa ataanaal yaqiin.
"Hingga datang kepada kami kematian."
فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَٰعَةُ ٱلشَّٰفِعِينَ
Fa maa tanfa'uhum syafaa'atusy syaafi'iin.
"Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at."
فَمَا لَهُمۡ عَنِ ٱلتَّذۡكِرَةِ مُعۡرِضِينَ
Fa maa lahum 'anittadzkirati mu'ridhiin.
"Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?"
كَأَنَّهُمۡ حُمُرٌ مُّسۡتَنفِرَةٌ
Ka annahum humurun mustanfirah.
"Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut."
فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۢ
Farrat min qaswarah.
"Lari daripada singa."
بَلۡ يُرِيدُ كُلُّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ أَن يُؤۡتَىٰ صُحُفٗا مُّنَشَّرَةٗ
Bal yuriidu kulluumri-in minhum an yu`taa shuhufan munasy syarah.
"Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka."
كَلَّاۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ
Kallaa, bal laa yakhaafuuna aakhirah.
"Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat."
كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذۡكِرَةٌ
Kal laa innahu tadzkirah.
"Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Alquran itu adalah peringatan."
فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ
Fa man syaa a dzakarah.
"Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Alquran)."
وَمَا يَذۡكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ هُوَ أَهۡلُ ٱلتَّقۡوَىٰ وَأَهۡلُ ٱلۡمَغۡفِرَةِ
Wa maa yadzkuruuna illaa an yasyaa allahu huwa ahlut taqwa wa ahlul maghfirah.
"Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada Nya dan berhak memberi ampun."
Kandungan dari Surat Al Muddatsir berisi perintah dakwah hingga ancaman berupa azab bagi penentang ajaran Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya Surat Al Muddatsir berisi gambaran tentang kondisi neraka saqar.
Bagi penentang Alquran juga diterangkan bahwa meraka akan mendapatkan balasan keji dari Allah SWT.
Demikian bacaan Surat Al Muddatsir dan artinya, semoga bermanfaat. (amk)
TONTON JUGA dan SUBSCRIBE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/surat-al-muddatsir-lengkap-arab-latin-dan-artinya.jpg)