Berita Kudus
Getuk Saus Alpukat Desa Kajar Kudus, Dilirik hingga Slovenia
Desa Kajar menjadi lokasi yang patut disinggahi wisatawan saat berkunjung ke Kabupaten Kudus.
Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Dia menceritakan, bahan untuk membuat getuk tersebut semuanya berasal dari hasil bumi petani Desa Kajar.
Sehingga, dia tidak mendatangkan singkong dan alpukat dari luar daerah karena pasokannya mencukupi.
"Bahan baku semua dari sini, kami tidak ambil dari daerah lainnya," jelas dia.
Dalam sehari, dia bisa menghabiskan sedikitnya satu kwintal singkong jenis ketela ketan.
Ketela ketan itu, kata dia, memiliki tekstur yang lebih empuk sehingga memberikan sensasi berbeda saat diolah menjadi getuk.
"Membuat getuk pakai ketela ketan ini rasanya lebih empuk," jelas dia.
Dia terus berinovasi dengan beragam varian rasa untuk mengembangkan wisata kuliner di Desa Kajar.
Sebelumnya, Kamisan bercerita pernah mengembangkan getuk saus durian. Namun sayangnya tidak terlalu cocok.
Perpaduan antara ketela dan durian, bisa membuat orang mengonsumsinya mengeluhkan pusing.
"Dulu kami buat getuk durian, tapi ternyata ga cocok. Tidak semua bisa menikmatinya. Berbeda dengan saus alpukat," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Desa Kajar, Bambang TS mengapresiasi pengembangan inovasi wisata kuliner di Desa Kajar.
Pasalnya inovasi kuliner tersebut dapat menarik jumlah wisatawan untuk datang berkunjung ke sana.
"Saya mengucapkan terima kasih dengan inovasi yang terus dikembangkan untuk menarik wisatawan," jelas dia.
Dia juga tetap menekankan protokol kesehatan bagi setiap pengunjung yang datang menikmati kuliner di sana.
Mulai dari pengecekan suhu, kewajiban mengenakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kuliner-alpukat-di-kudus2.jpg)