Berita Kudus
Hartopo Antisipasi Terulangnya Banjir dari Limpasan Air Sungai Wulan
Plt. Bupati Kudus HM Hartopo bersama BBWS Pemali-Juana untuk mengantisipasi terulangnya limpasan air.
Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
"Kebutuhanya itu untuk satu kali makan sebanyak 2.000 nasi bungkus, jadi dikali tiga saja setiap harinya," katanya.
Menurutnya, selain kerurangan logistik bahan mentah, pihaknya juga kekurangan tenaga relawan yang bertugas untuk memasak.
"Tenaga relawan yang masak kami kekurangan. Bahan - bahan logistik sembako juga kami masih butuhkan seperti beras, minyak goreng, telur dan kebutuhan lain," jelasnya.
Dia menjelaskan kondisi banjir saat ini masih cenderung mengalami kenaikan. Hanya saja kenaikan tersebut kini sudah cenderung landai jika dibandingkan hari sebelumnya.
"Yang paling tinggi itu sampai seleher orang dewasa, sekitar 1,5 meter. Di Dukuh Karangturi 100 persen akses jalan terdampak," imbuhnya.
Lebih lanjut, saat ini terdapat 523 kepala keluarga (KK) yang terendam banjir tersebut. Kebanyakan waga disana lebih memilih untuk mengungsi ke rumah saudara atau bertahan dirumahnya masing - masing.
"Warga ada yang di rumah saudara, ada yang bertahan di rumah, atau di rumah tetangganya yang lebih tinggi," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-kudus-antisipasi-babnir.jpg)