Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Juz Amma

Surat Al Munafiqun Lengkap Arab Latin dan Artinya

Berikut bacaan Surat Al Munafiqun dan artinya dalam Bahasa Indonesia sebagai bagian dari surah madaniyah karena diturunkan di Madinah.

Tayang:
TRIBUNJATENG/MUHAMMAD KHOIRU ANAS
Surat Al Munafiqun lengkap Arab latin dan artinya. 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut bacaan Surat Al Munafiqun dan artinya dalam Bahasa Indonesia.

Surat Al Munafiqun merupakan surah ke-63 yang diturunkan setelah Surat Al Hajj.

Surat ini tergolong sebagai surah madaniyah karena diturunkan di Madinah.

Jumlah ayatnya ada 11.

Surat At Tahrim Lengkap Arab Latin dan Artinya

Surat Al Mulk Lengkap Arab Latin dan Artinya

Surat Al Mursalat Lengkap Arab Latin dan Artinya

Dalam Alquran, Surat Al Munafiqun menempati juz 28 tepatnya setelah Surat Al Jumuah (yusabbihu lil laa himaa fissamaa waati).

Surat Al Munafiqun namanya diambil dari bacaan ayat pertama.

Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, Al Munafiqun berarti orang-orang munafik.

Selengkapnya simak bacaan Surat Al Munafiqun lengkap Arab latin dan artinya dalam Bahasa Indonesia.

إِذَا جَآءَكَ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ قَالُواْ نَشۡهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ لَكَٰذِبُونَ

Idzaa jaa akal munaafiquuna qaaluuu nasyhadu innaka larasuulullahi wallahu ya'lamu innaka larasuuluhuu wallahu yasyhadu innal munaafiqiina lakaadzibuun.

"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Nya, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta."

ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَٰنَهُمۡ جُنَّةٗ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

Attakhadzuu aimaanahum junnatan fashadduu 'an sabiilil lahi innahum saa a maa kaanuu ya'maluun.

"Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan."

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَفۡقَهُونَ

Dzaalika biannahum aa manuu tsumma kafaruu fathubi'a 'alaa quluubihim fahum laa yafqahuun.

"Yang demikian karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti."

وَإِذَا رَأَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ أَجۡسَامُهُمۡۖ وَإِن يَقُولُواْ تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡۖ كَأَنَّهُمۡ خُشُبٞ مُّسَنَّدَةٞۖ يَحۡسَبُونَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡۚ هُمُ ٱلۡعَدُوُّ فَٱحۡذَرۡهُمۡۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ

Wa idzaa ra aitahum tu'jibuka ajsaamuhum wa in yaquuluu tasma' liqaulihim ka annahum khusyubun musannadatun yahsabuuna kul la shaihatin 'alaihim humul 'aduu wu faahdzarhum qaatalahumullahu annaa yu' fakuun.

"Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?"

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ يَسۡتَغۡفِرۡ لَكُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ لَوَّوۡاْ رُءُوسَهُمۡ وَرَأَيۡتَهُمۡ يَصُدُّونَ وَهُم مُّسۡتَكۡبِرُونَ

Wa idzaa qiila lahum ta'aalau yastaghfir lakum rasuulullahi law wau ruuusahum wara aitahum yashudduuna wahum mustakbiruun.

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri."

سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ أَسۡتَغۡفَرۡتَ لَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ لَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ

Sawaa un 'alaihim astaghfarta lahum am lam tastaghfir lahum lan yaghfirallahu lahum innallaha laa yahdiil qaumal faasiqiin.

"Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."

هُمُ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُواْ عَلَىٰ مَنۡ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ حَتَّىٰ يَنفَضُّواْۗ وَلِلَّهِ خَزَآئِنُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ لَا يَفۡقَهُونَ

Humul ladziina yaquuluuna laa tunfiquu 'alaa man 'inda rasuulillahi hattaa yanfadh dhuu walillahi khazaa inus samaawaati wal ardhi walakinnal munaafiqiina laa yafqahuun.

"Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar), janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah). Padahal kepunyaan Allah lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami."

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعۡنَآ إِلَى ٱلۡمَدِينَةِ لَيُخۡرِجَنَّ ٱلۡأَعَزُّ مِنۡهَا ٱلۡأَذَلَّۚ وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَٰكِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ لَا يَعۡلَمُونَ

Yaquuluuna la in raja'naa ilal madiinati layukhrijannal a'azzu minhaal adzalla walillahil 'izzatu walirasuulihi walilmu'miniina walakinnal munaafiqiina laa ya'lamuun.

"Mereka berkata, sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui."

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُلۡهِكُمۡ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ

Yaa ayyuhaal ladziina aamanuu laa tulhikum amwaalukum wa laa aulaadukum 'an dzikrillahi wa man yaf'al dzaalika fa uulaa ika humul khaasiruun.

"Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi."

وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِيٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Wa anfiquu min maa razaqnaakum min qabli an ya'tiya ahadakumul mautu fayaquula rabbi laulaa akh khartanii ilaa ajalin qariibin fa ash shaddaqa wa akun minash shaalihiin.

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, ya Rabb ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"

وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَاۚ وَٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Wa lan yu'akh khirallahu nafsan idzaa jaa a ajaluhaa wallahu khabiirun bimaa ta'maluun.

"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan."

Dari terjemahannya Surat Al Munafiqun berisi tentang orang-orang munafik.

Dalam surah ini diterangkan beberapa sifat orang munafik seperti berdusta, omongan palsu, dan kerap ingkar janji.

Oleh karena itu Allah SWT sangat membenci dan tidak akan mengampuni perbuatan orang-orang munafik.

Demikian bacaan Surat Al Munafiqun dan artinya, semoga bermanfaat. (amk)

TONTON JUGA dan SUBSCRIBE

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved