Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Warga Indonesia Kembali Dilarang Masuk Arab Saudi untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Warga negara Indonesia kembali dilarang masuk ke Arab Saudi baik untuk umroh, transit, atau wisata.

Tayang:
Editor: rival al manaf
ABDEL GHANI BASHIR/AFP
Masjidil Haram Mekkah disterilisasi dari Virus Corona. Pemerintah Arab Saudi melakukan pelarangan kegiatan ibadah umroh. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Warga negara Indonesia kembali dilarang masuk ke Arab Saudi baik untuk umroh, transit, atau wisata.

Kebijakan itu diterapkan Pemerintah Arab Saudi untuk menekan laju pertumbuhan virus corona di negaranya.

Bukan hanya warga dari Indonesia yanh dilarang, pemerintah Arab juga melakukan hal yang sama terhadap 19 negara lainnya.

Diberitakan Reuters, Rabu (3/2/2021), Arab Saudi mulai menangguhkan masuknya orang-orang ke kerajaan dari 20 negara pada Selasa (2/2/2021).

Update Corona Wonosobo Hari Ini Rabu 3 Februari 2021: 4.760 Positif Covid, Jateng 130.318

Saya Kesulitan Mengajukan Kartu Perlindungan Sehat buat Istri Hamil

Prakiraan Cuaca BMKG Pati Hari Ini, Rabu 3 Februari 2021

Pulang ke Rumah Setelah Negatif Covid-19, Donna Agnesia Dapat Kejutan

 Larangan masuk sementara itu berlaku mulai 3 Februari, termasuk orang-orang yang datang dari Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, Perancis, Mesir, Lebanon, India, dan Pakistan.

Namun kebijakan itu dikecualikan untuk diplomat, warga negara Saudi, praktisi medis, dan keluarga mereka.

Ini dilakukan untuk membantu mengekang penyebaran virus corona.

Melansir IB Times, Rabu (3/2/2021), berikut daftar lengkap 20 negara yang dilarang masuk sementara:

Indonesia
Uni Emirat Arab
Argentina
Jerman
Amerika Serikat
Britania
Afrika Selatan
Perancis
India
Pakistan
Mesir
Libanon
Irlandia
Italia
Brazil
Portugal
Turki
Swedia
Swiss
Jepang

Larangan perjalanan juga akan mencakup wisatawan yang transit melalui negara-negara yang disebutkan di atas (20 negara) dalam 14 hari sebelum penerapan larangan.

Meski larangan masuk bersifat sementara, tapi kementerian tidak menjelaskan kapan penangguhan itu akan dicabut.

Keputusan untuk menangguhkan masuknya warga dari 20 negara tersebut datang pada hari yang sama ketika Kerajaan mencatat empat kematian baru terkait Covid-19 pada Selasa, menjadikan total korban tewas menjadi 6.366.

Kementerian Kesehatan mengonfirmasi 310 kasus baru virus corona dalam 24 jam sebelumnya, sehingga totalnya menjadi 367.276.

Dari jumlah tersebut, 2.146 masih aktif dan 375 dalam kondisi kritis.

 
Melansir Geo TV, Rabu (3/2/2021), menurut Saudi Press Agency warga negara, diplomat, praktisi kesehatan dan keluarga mereka yang berasal dari negara-negara yang disebutkan di atas atau mereka yang transit salah satu negara tersebut selama 14 hari sebelum mereka kembali ke Kerajaan, akan memasuki Kerajaan sesuai dengan tindakan pencegahan yang diberlakukan oleh Kementerian Kesehatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved