Berita Solo
Pagi Ini Solo Raya Dikepung Banjir, Sungai Bengawan Solo Meluap Sejak Dini Hari
Banjir diakibatkan hujan sejak Rabu (3/2/2021) malam hingga dini hari tadi sehingga Bengawan Solo hingga anak-anak sungai lainnya meluap.
TRIBUNJATENG.COM , SOLO - Sejumlah kabupaten/kota di Solo Raya dikepung banjir, Kamis (4/2/2021) pagi.
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, ada ratusan hingga ribuan rumah terendam banjir sejak dini hari hingga kini pukul 07.30 WIB masih terjadi.
Banjir diakibatkan hujan sejak Rabu (3/2/2021) malam hingga dini hari tadi sehingga Bengawan Solo hingga anak-anak sungai lainnya meluap.
Adapun wilayah yang diterjang banjir cukup parah hingga sekitar dua meter yakni Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
• Blusukan Risma di Jakarta Berlanjut, Kali Ini Datangi Permukiman Pemulung Cilincing
• Sekjen PBB Pastikan Kudeta Militer Myanmar Akan Gagal, Bakal Galang Tekanan Global
• 18 Terduga Teroris JAD Pagi Ini Dibawa dari Sulsel Ke Jakarta, Gunakan Pesawat Carter Khusus
• Kapal Induk Inggris & Militer Jepang Bakal Gelar Latihan Perang di Samudra Pasifik
Kemudian ada kawasan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo.
Adapun di Kabupaten Klaten banjir melanda Kecamatan Karangdowo dan wilayah lain.
Sementara di Kabupaten Sukoharjo wilayah Kesongo, Kecamatan Mojolaban dan kawasan Becem, Kecamatan Grogol sudah dimasuki air luapan Bengawan Solo.
Koordinator Tagana Solo Yudha membenarkan, banjir rendam kawasan Beton, Kampung Sewu, Kecamatan Jebres.
Mereka saat ini sudah terjun ke lapangan untuk melakukan pemantauan.
"Iya banjir, kita juga pantau - pantau," kata dia kepada TribunSolo.com
Dikatakan, air naik di lokasi tersebut pukul 05.00 WIB itu sehingga siaga merah.
Namun, soal berapa rumah yang terendam, Yudha belum bisa membeberkan.
"Kalau berapa rumah yang terendam saya belum bisa sebutkan," papar dia.
Yudha menjelaskan, masih terus bergerak bersama rekan-rekannya untuk melakukan pemantauan banjir ini karena belum ada tanda-tanda surut.
"Tim gabungan dan relawan juga terus datang ikut membantu warga," akunya.
Banjir Bandang
Sebelumnya, banjir bandang melanda Wonogiri Sabtu (30/1/2021) malam.
Peristiwa tersebut terjadi di 2 kecamatan, yakni Pracimoloyo dan Paranggupito.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto menyebut jika banjir berlangsung selama lebih kurang 2 jam.
"Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB hingga tanggal 31 Januari 2021 dini hari pukul 01.00," katanya Minggu (31/1/2021).
"Terjadi di dua Kecamatan, dan delapan Desa," imbuhnya.
Bambang mencatat ada ratusan rumah yang terdampak dengan ketinggian air sekitar 20 cm hingga 40 cm untuk di dalam rumah dan 50 cm hingga 150 cm untuk diluar rumah.
Di Kecamatan Pracimantoro, ada 126 rumah yang terdampak di 6 dusun di 3 desa, yakni Desa Joho, Desa Petirsari dan Sumberagung.
Sementara di Kecamatan Paranggupito, ada 52 rumah yang terdampak di 12 dusun di 5 desa, yakni Desa Ketos, Desa Sambiharjo, Desa Johunut, Desa Paranggupito dan Desa Songbledek.
Bambang mengaku jika peristiwa tersebut diakibatkan luweng yang tersumbat akibat curah hujan yang tinggi.
"Istilahnya banjir luweng, ini daerah atas. Banyak lubang menuju sungai bawah tanah yang tersebut," tandasnya.
Longsor di Giriwoyo
Selain banjir ada tebing longsor menutup jalur lalu lintas di jalan nasional Km 48 Kabupaten Wonogiri, Kamis (28/1/2021) Pukul 03.00 WIB.
Tepatnya terjadi di Dusun Sidorejo RT 1 RW 2 Desa Guwotirto, Kecamatan Giriwoyo.
Longsor ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebih dari satu jam.
Akibatnya, Jalan Lintas Selatan (JLS) arah Wonogiri/DIY - Pacitan, Jatim tak bisa dilewati.
Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan, tebing tersebut mengalami longsor dengan volume panjang sekitar 15 meter dengan ketinggian sekitar 18 meter.
"Longsoran menimpa badan jalan Nasional mengakibatkan akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan sehingga terjadi kemacetan," papar dia kepada TribunSolo.com.
Akibatnya, lalulintas sempat mengalami kemacetan pada jalur tersebut.
Saat ini BPBD Wonogiri sudah melakukan Koordinasi dengan Bina Marga Provinsi Jateng , Polres Wonogiri dan DPU Wonogiri.
"Saat ini dari Bina Marga Provinsi sudah proses pengiriman alat berat," papar dia.
Sementara itu, pengalihan arus juga dilakukan melalui jalan alternatif (jalan desa) khususnya kendaraan roda 4 tonase kecil.
"Mobilisasi personil dan Relawan untuk membantu kegiatan pemulihan juga dilakukan," kata dia.
"Tindak lanjut untuk pengaturan lalu lintas telah dilakukan oleh Polres wonogiri," paparnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul BREAKING NEWS : Pagi Ini Banjir Kepung Solo Raya, Tinggi Air Masuk Kampung Sewu Sampai Menutup Rumah
• Prostitusi Online di Serpong Terbongkar, Petugas: Kami Ketok Pintu Dibuka, Eh Dia Lagi Telanjang
• Ruhut Sitompul Ingatkan AHY: Pak Jokowi Itu Presiden, Jangan Tambahi Beban Rumah Tanggamu
• Politikus PDIP Minta Jokowi Tak Perlu Urusi Surat Soal Kudeta Demokrat, Banyak yang Lebih Penting
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/banjir-akibat-luapan-bengawan-solo-di-kampung-beton-sewu-jebres-kota-solo.jpg)