Breaking News:

Berita Sragen

Persiapan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua, Pendataan Pelayan Publik di Sragen Sudah Berjalan

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kabupaten Sragen rencananya akan dilaksanakan (22/2/2021) mendatang.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wakil Bupati Dedy Endriyatno usai divaksinasi Covid-19 (25/1/2021) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kabupaten Sragen rencananya akan dilaksanakan (22/2/2021) mendatang. Vaksinasi tahap kedua ini akan menyasar pelayan publik.

Pelayan publik dalam hal ini meliputi TNI, Polri, anggota DPRD, polisi pamong praja, kepala desa, kepala kelurahan beserta perangkat.

Pejabat negara seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja dan petugas pelayanan publik lainnya.

Hal tersebut merupakan salah satu hasil rapat koordinasi yang Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama dinas lintas sektoral di aula Sukowati Setda Sragen, Rabu (3/2/2021).

"Vaksinasi tahap kedua akan dilaksanakan 22 Februari, khusus dipergunakan bagi pelayanan publik. Siapa saja itu? TNI, Polri anggota DPRD, polisi pamong praja, kepala desa."

"Kepala kelurahan beserta perangkat, pejabat negara ASN pegawai BUMD, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja dan juga petugas pelayanan publik lainnya," terang Bupati Yuni usai rapat.

Bupati mengatakan saat ini pihaknya sedang dalam proses input data. Yuni mengatakan pihaknya belum bisa menjawab berapa banyak orang yang akan divaksin Covid-19 tahap kedua nanti.

Dirinya baru bisa memberikan jumlahnya ketika proses pendataan telah rampung. "Belum bisa disampaikan datanya, kalau sudah di input, input terdata baru nanti bisa kita minta jumlahnya pastinya berapa," ungkapnya.

Dalam pendataan, Yuni juga meminta agar sekaligus disampaikan beberapa syarat siapa saja yang bisa mendapatkan vaksin. Seperti usia dibawah 60 tahun, tidak komorbid dan tidak punya hipertensi.

Hal ini dilakukan agar yang tidak masuk kriteria tidak perlu diinput datanya agar nanti angka eklusi atau diluar kriteria tidak besar.

Yuni mengaku telah menyampaikan hal tersebut ke TNI-Polri agar dilakukan pendataan secepatnya, mengingat vaksinasi tinggal 19 hari.

Terkait management vaksinasi, Yuni mengatakan masih akan dilakukan pembahasan secara lebih detail mengingat jumlah Iskan lebih banyak.

"Management bagaimana nanti kita melakukan vaksin akan dibahas secara lebih detil. Seperti kita kemarin melakukan management vaksin kepada nakes, nakes hanya 4.800an, ini pasti jumlahnya lebih banyak."

"Pasti akan lebih membutuhkan kerja keras karena sekarang tuntutan itu ada dan saya sudah minta Pak Hargi (Kepala DKK Sragen) agar kita harus berhasil," terangnya. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved