Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Polisi Bebaskan Nenek Asal Cilacap yang Mencopet di Banjarnegara Karena Dagangannya Tak Laku

RN (50) seorang wanita asal Cilacap diarak warga karena tertangkap mencopet di Pasar Mandiraja, Banjarnegara.

Editor: rival al manaf
Istimewa
Kapolres Banjarnegara, AKBP Fahmi Arifianto memberikan bantuan kepada RN (50), nenek yang diarak warga karena tertangkap mencopet di Pasar Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (2/2/2021).(KOMPAS.COM/Dok Humas Polres Banjarnegara) 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - RN (50) seorang wanita asal Cilacap diarak warga karena tertangkap mencopet di Pasar Mandiraja, Banjarnegara.

Setelah diserahkan ke polisi, RN kemudian dibebaskan karena kerugian korban hanya Rp 100 ribu.

Selain itu alasan polisi melepas RN karena melihat kondisi sosial sang Nenek tersebut.

Ia merupakan sebatang kara yang dagangannya tidal laku karena pandemi virus corona.

BREAKING NEWS: Dalang Anom Subekti, Istri, Anak & Cucunya Ditemukan Tewas di Rembang

Banjir di Jebres Solo, Warga Pindahkan Barang Elektronik hingga Sepeda Motor

Banjir di Jebres Solo, Warga Pindahkan Barang Elektronik hingga Sepeda Motor

PSIS Semarang Bentuk PSIS Development, Para Pelajar Diminta Bersiap Wujudkan Mimpi

Tidak hanya dilepaskan, Kapolres Banjarnegera, Ajun Komisaris Besar Fahmi Arifrianto juga memberikan bantuan kepada RN. 

Bantuan berupa sembako dan uang tersebut diantarkan langsung ke rumah RN di Dusun Margasari, Desa Warureja, Kecamatan Sidareja, Cilacap, Selasa (2/1/2021).

 
“Kami datang ke rumah nenek RN untuk melihat kondisinya. Ternyata nenek RN ini ekonominya kurang untuk sekedar cari makan. Kami berikan bantuan sosial dan tali asih,” kata Fahmi dalam rilis tertulis, Rabu (3/2/2021).

Menurut Fahmi, dalam penyelesaian perkara, penegak hukum harus tahu setiap latar belakang yang terjadi.

Pendekatan restorative justice menjadi langkah penyelesaian yang seharusnya ditempuh agar semua pihak dapat belajar.

“Peristiwa ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita, masyarakat harus saling membantu, rasa empati kepada tetangga yang kekurangan dengan memberikan sedekah atau bantuan,” ujarnya.

Saat ditanya wartawan, RN mengaku nekat mencopet karena terhimpit masalah ekonomi.

RN tinggal seorang diri di rumah.

Suami dan anaknya telah lama merantau ke Jakarta.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, RN biasanya berjualan makanan.

Namun saat pandemi, dagangannya sepi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved