Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Apa Itu Jalan Putih Suku Maya? Berusia 1.300 Tahun, Dibangun Sosok Ratu Prajurit

Para peneliti yang menggunakan teknologi terobosan telah mempelajari jalan Maya yang berusia 1.300 tahun di Meksiko.

Editor: galih permadi
Ancient Origins
Ini menghubungkan kota Coba dan pemukiman kota Yaxuna yang lebih kecil. 

TRIBUNJATENG.COM - Para peneliti yang menggunakan teknologi terobosan telah mempelajari jalan Maya yang berusia 1.300 tahun di Meksiko.

Jalan raya kuno ini pernah menghubungkan dua kota Maya yang penting.

Temuan ini memungkinkan para peneliti untuk lebih memahami sejarah kota-kota utama dan pemerintahan ratu prajurit yang kuat .

Dilansir dari Ancient Origins, Traci Ardren, seorang Profesor Antropologi di Universitas Miami, telah lama tertarik dengan jalan Maya.

Jalanan itu diketahui dibangun oleh ratu Coba, Lady K'awiil Ajaw, di Semenanjung Yucatan.

Ini menghubungkan kota Coba dan pemukiman kota Yaxuna yang lebih kecil.

Para arkeolog dari Carnegie Institute of Washington "memetakan seluruh panjangnya di tahun 1930-an, dengan sedikit lebih dari pita pengukur dan kompas" menurut Heritage Daily.

Jalanan itu diketahui dibangun oleh ratu Coba, Lady K'awiil Ajaw, di Semenanjung Yucatan.
Jalanan itu diketahui dibangun oleh ratu Coba, Lady K'awiil Ajaw, di Semenanjung Yucatan. (Ancient Origins)

 Teknologi Maps Jungle dan Penemuan Jalan Maya

Namun, untuk waktu yang lama, dia tidak memiliki kesempatan untuk mencari jalan, karena lokasinya yang berada di hutan lebat.

Namun, pengembangan teknologi baru yang dikenal sebagai LIDAR berarti bahwa ia dan rekan-rekannya, Proyecto de Interaccion del Centro de Yucatan (PIPCY), dapat mencari jalan.

LIDAR , yang merupakan kependekan dari deteksi cahaya dan jangkauan, memungkinkan para ahli untuk menciptakan kembali suatu daerah secara digital, bahkan di medan yang sulit.

LIDAR mengubah arkeologi dan memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki hutan.

Sehingga merekaT mampu memetakan banyak situs arkeologi penting di daerah dengan vegetasi yang lebat.

Menurut Heritage Daily , LIDAR sering dogunakan dari drone terbang rendah yang kemudian menebarkan sinar laser ke permukaan untuk membuat gambar 3D dari area yang tersembunyi di bawah vegetasi yang lebat.

Geopolitik Maya

Sumber: Intisari
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved