Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

BPS Jateng Catatkan Ekonomi Jateng Triwulan IV-2020 Mengalami Kontraksi -3,34 persen

BPS Jateng mencatatkan ekonomi Jateng pada Triwulan IV-2020 masih mengalami kontraksi sebesar -3,34 %.

Tayang:
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/RUTH NOVITA LUSIANI
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Sentot Bangun Widoyono s 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatatkan ekonomi Jateng pada Triwulan IV-2020 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 masih mengalami kontraksi sebesar -3,34 persen (yoy).

“Dari sisi produksi, kontraksi terdalam dialami oleh lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar -33,53 persen. Dari sisi pengeluaran, yang mengalami kontraksi terdalam sehingga tumbuh negatif adalah komponen ekspor barang dan jasa sebesar -16,53 persen,” ujar Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono dalam rilis onlinenya melalui Youtube, Jumat, (5/2/2021).

Adapun ekonomi Jateng pada triwulan IV-2020 (qtq) mengalami kontraksi kembali sebesar -1,89 persen setelah sebelumnya sempat mengalami peningkatan pada triwulan III-2020 sebesar 4,79 persen (angka revisi). Kinerja lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang terkontraksi sebesar -21,65 persen merupakan penyebab utama terjadinya kontraksi. Sementara dari sisi pengeluaran disebabkan komponen Impor Barang dan Jasa sebagai pengurang pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 15,26 persen melampaui komponen Ekspor Barang dan jasa yang hanya tumbuh sebesar 5,63 persen.

“Struktur ekonomi Jateng tahun 2020 dari sisi produksi masih didominasi oleh lapangan usaha Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 34,52 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 60,96 persen,” terangnya.

Lanjutnya, perekonomian Jateng pada tahun 2020 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 1.348.600,40 miliar dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp 965.629,09 miliar.

Dikatakannya perekonomian Jateng tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -2,65 persen dibandingkan pencapaian pada tahun 2019 yang sebesar 5,40 persen (angka revisi). Dari sisi produksi, kontraksi terjadi pada 11 lapangan usaha dengan kontraksi terdalam dialami oleh lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar -33,15 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam tercatat pada Komponen Impor Barang dan Jasa sebesar -14,82 persen. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved