Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Pernyataan Prabowo soal Rupiah Buat IHSG Tumbang Lagi

IHSG pada perdagangan Senin (18/5), kembali ditutup merosot 1,85 persen atau 124,04 poin ke level 6.599,24.

Tayang:
Editor: Vito
TRIBUNNEWS
Seorang karyawan berjalan melintasi papan pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/5), kembali ditutup merosot 1,85 persen atau 124,04 poin ke level 6.599,24 dari posisi penutupan sebelumnya di posisi 6.723,32.

Meski demikian, angka itu sudah lebih kecil dari posisi intraday yang sempat merosot lebih dari 4 persen, dengan pergerakannya sepanjang Senin kemarin di kisaran 6.398,79 hingga 6.631,28.

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai gejolak pasar keuangan domestik semakin meningkat di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp 17.600 per dolar AS. 

Dalam situasi depresiasi rupiah yang cukup tajam tersebut, perhatian pelaku pasar justru tertuju pada respons pemerintah yang dinilai kontroversial.

Pelaku pasar disebut merespons negatif pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat di wilayah pedesaan tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari. 

Alih-alih menenangkan pasar, komentar tersebut justru menjadi sentimen negatif di pasar. Pelaku pasar menilai pernyataan itu memperlihatkan kurangnya kepekaan pemerintah terhadap urgensi stabilisasi mata uang. 

"Ini sebagai sinyal lemahnya komitmen pemerintah dan otoritas lainnya dalam menjaga nilai tukar rupiah dan membangun kredibilitas fundamental ekonomi nasional di mata investor global," kata Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas, dikutip dari Kontan.

Selain itu, penurunan IHSG juga bersamaan dengan pelemahan bursa regional Asia, sentimen aksi jual tajam di Wall Street pada akhir pekan lalu, dan diperparah kekhawatiran akan meningkatnya konflik di Timur Tengah dan potensi guncangan pasokan minyak.  

Pasar pun cenderung lebih berhati-hati di tengah ketegangan geopolitik yang kembali meningkat di Timur Tengah. 

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat dan pelaku pasar tidak panik karena penurunan saat ini dinilai hanya dipicu sentimen pasar jangka pendek.

Menurutnya, penurunan indeks bursa domestik itu tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi nasional secara keseluruhan.

Purbaya menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan stabil.

"Nggak apa-apa, nanti kami perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen yang agak pendek," ucapnya, kepada wartawan di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/3).

Purbaya menyatakan, pemerintah bersama pihak terkait tidak tinggal diam dalam merespons dinamika pasar modal.

Fokus utama saat ini adalah menjaga fondasi ekonomi agar aktivitas dan perkembangan ekonomi nasional sama sekali tidak terganggu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved