Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Gas Bercampur Lumpur Menyembur di Ponpes Al Ihsan Boarding School Mirip Kasus Lapindo

Gas bercampur lumpur masih menyembur mirip kasus Lapindo di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihsan Boarding School Riau Kampus 2

Editor: galih permadi
(Dok. PLTU Tenayan Raya Pekanbaru)
penampakan dari atas kerusakan pada gedung Pondok Pesantren Al Ikhsan Boarding School akibat semburan gas disertai lumpur dan batu di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (5/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKANBARU - Gas bercampur lumpur masih menyembur mirip kasus Lapindo di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihsan Boarding School Riau Kampus 2 di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (7/2/2021).

Memasuki hari keempat penyemburan gas disertai lumpur, diameter lubang semakin bertambah besar.

Namun, dari pantauan Kompas.com semburan gas sudah jauh berkurang.

Semburan gas disertai lumpur itu hanya setinggi sekitar tiga meter.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) Riau Indra Agus Lukman mengatakan, diameter lubang semburan gas kini mencapai enam meter.

"Diameter lubang memang bertambah besar menjadi enam meter.

Karena tekstur tanah yang di atas itu ketika ada gas dan air yang bergejolak otomatis akan berpengaruh.

Cuma, dari tinggi semburan gas sudah turun drastis," kata Indra saat diwawancarai Kompas.com, Minggu.

Menurut Indra, dalam dua hari ke depan lubang tersebut diperkirakan sudah bisa ditutup dengan menggunakan semen.

"Kalau semburan semakin menurun, tentu lebih mudah ditutup dengan semen cor.

Tapi kalau kuat lagi, kita tutup, itu gas menyebur ke samping-sampingnya," sebut Indra.

Selain itu, lanjut dia, kondisi semburan gas saat ini tidak lagi berpotensi meledak, karena Lower Explosive Limit (LEL) sudah nol.

Begitu juga dengan H2S atau kandungan racun pada gas sudah tidak ada.

Namun, Indra mengimbau tetap waspada. Karena kondisi LEL kadang bisa nol kadang bisa bertambah.

"Kita tetap harus waspada. Pengukuran kita tadi siang nol.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved