Breaking News:

Berita Sragen

Jateng di Rumah Saja, Dua Pasar Induk di Sragen Sepi Pengunjung, Omzet Turun 50 Persen

Gerakan Jateng di Rumah Saja berdampak pada sepinya dua pasar besar di Kabupaten Sragen.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Suasana Pasar Gemolong Sragen nampak lengan ketika Gerakan Jateng di Rumah Saja, Minggu (7/2/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Gerakan Jateng di Rumah Saja yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdampak pada sepinya dua pasar besar di Kabupaten Sragen.

Sejumlah pedagang bahkan memilih menutup lapaknya pada gerakan Jateng di Rumah Saja dua hari ini, Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021).

Lurah Pasar Gemolong, Harjono kepada Tribunjateng.com menyampaikan selama dua hari ini suasana Pasar Gemolong sepi karenya sedikitnya pembeli yang datang ke pasar.

"Pasar Gemolong hari ini dan kemarin keadaan sepi. Pedagang banyak yang tidak jualan, pengunjung juga sepi," kata Harjono, Minggu (7/2/2021).

Harjono melanjutkan, jika dipersentasikan sebanyak 40 persen pedagang di Pasar Gemolong memilih tidak berjualan sementara pada dua hari ini.

Sementara 60 persen pedagang masih memilih untuk berjualan meskipun dagangannya tidak laku banyak. Hal ini tentu membuat omset pedagang turun drastis.

"Pedagang yang tidak jualan itu kita-kira 40 persen. Yang jualan juga dagangan tidak laku, karena pengunjung berkurang drastis sehingga pendapatan/omset berkurang," lanjut dia.

Pengakuan para pedagang kepada Harjono, omset dagangan mereka turun 50 persen sebelum anjuran Gubernur untuk Jateng di Rumah Saja.

Buka Dengan Prokes Ketat

Meskipun sebanyak 60 persen pedagang di Pasar Gemolong tetap berjualan, Harjono memastikan semua patuh terhadap anjuran pemerintah dan menjalankan Prokes ketat.

Halaman
12
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved