Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Demonstran Myanmar Tuntut Militer Segera Bebaskan Aung San Suu Kyi

Sebanyak puluhan ribu pengunjuk rasa tetap turun ke jalan-jalan di kota besar Myanmar meski pihak militer memadamkan internet pasca kudeta.

Kompas.com/Istimewa
Puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengambilalihan militer di kota terbesar Myanmar Yangon dan menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi, pada Minggu (7/2/2021).(AP PHOTO) 

Konflik yang dikenal sebagai “Tatmadaw”, yang mempersoalkan dugaan penyimpangan pemilihan. Padahal Komisi pemilu negara itu telah berulang kali membantah terjadinya kecurangan pemilih massal.

Ratusan anggota parlemen NLD ditahan di ibu kota Naypyitaw Senin (1/2/2021).

Sejak saat itu, junta mencopot 24 menteri dan deputi dari pemerintah dan menunjuk 11 tokoh dari sekutunya sendiri. Mereka ditempatkan sebagai pengganti yang akan menerapkan peran militer dalam pemerintahan baru.

NLD mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil tindakan yang lebih keras untuk memulihkan pemerintah yang digulingkan, dalam pernyataan yang dirilis ke media akhir pekan ini.

Para pemimpin PBB didesak menerapkan "sanksi yang ditargetkan dengan hati-hati terhadap rezim militer, para pemimpinnya, bisnis mereka, dan rekannya." Termasuk mendesak penangguhan hubungan ekonomi antara semua bisnis dengan rezim militer.

Partai politik yang digulingkan itu juga meminta PBB menahan diri dari tindakan yang merugikan rakyat Myanmar. Khususnya, terkait sanksi dan penangguhan bantuan.

"Kami mengundang, menyetujui, dan menuntut dunia segera datang membantu kami."

Para pengamat berpendapat kudeta itu dilakukan sebagai upaya militer menegaskan kembali kekuatannya. Ada juga ambisi pribadi panglima militer Min Aung Hlaing, yang akan mundur tahun ini, jadi bukan sekadar klaim serius atas kecurangan pemilih.

Kudeta Senin telah dikecam secara luas secara internasional. Amerika Serikat menyerukan para pemimpin militer Myanmar untuk "segera melepaskan kekuasaan yang telah mereka rebut, membebaskan para aktivis dan pejabat yang telah mereka tangkap, mencabut semua pembatasan telekomunikasi, dan menahan diri dari kekerasan terhadap warga sipil." (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengunjuk Rasa Myanmar Tuntut Militer Segera Bebaskan Aung San Suu Kyi"

Dulu Sabu Sekarang Ekstasi, Ridho Rhoma Tak Kapok Pakai Narkoba Lagi

Tenda Sudah Terpasang, Acara Klub Motor Dibubarkan Polisi, Peserta Disuruh Pulang ke Rumah

Wanita Ini Dilarikan ke RS gara-gara Gunakan Lem Gorilla pada Rambutnya sebagai Pengganti Hairspray

Pernah Hidup Kekurangan, Nia Ramadhani Mengaku Sempat Merasa Tak Percaya Diri

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved