Berita Internasional
Demonstran Myanmar Tuntut Militer Segera Bebaskan Aung San Suu Kyi
Sebanyak puluhan ribu pengunjuk rasa tetap turun ke jalan-jalan di kota besar Myanmar meski pihak militer memadamkan internet pasca kudeta.
Konflik yang dikenal sebagai “Tatmadaw”, yang mempersoalkan dugaan penyimpangan pemilihan. Padahal Komisi pemilu negara itu telah berulang kali membantah terjadinya kecurangan pemilih massal.
Ratusan anggota parlemen NLD ditahan di ibu kota Naypyitaw Senin (1/2/2021).
Sejak saat itu, junta mencopot 24 menteri dan deputi dari pemerintah dan menunjuk 11 tokoh dari sekutunya sendiri. Mereka ditempatkan sebagai pengganti yang akan menerapkan peran militer dalam pemerintahan baru.
NLD mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil tindakan yang lebih keras untuk memulihkan pemerintah yang digulingkan, dalam pernyataan yang dirilis ke media akhir pekan ini.
Para pemimpin PBB didesak menerapkan "sanksi yang ditargetkan dengan hati-hati terhadap rezim militer, para pemimpinnya, bisnis mereka, dan rekannya." Termasuk mendesak penangguhan hubungan ekonomi antara semua bisnis dengan rezim militer.
Partai politik yang digulingkan itu juga meminta PBB menahan diri dari tindakan yang merugikan rakyat Myanmar. Khususnya, terkait sanksi dan penangguhan bantuan.
"Kami mengundang, menyetujui, dan menuntut dunia segera datang membantu kami."
Para pengamat berpendapat kudeta itu dilakukan sebagai upaya militer menegaskan kembali kekuatannya. Ada juga ambisi pribadi panglima militer Min Aung Hlaing, yang akan mundur tahun ini, jadi bukan sekadar klaim serius atas kecurangan pemilih.
Kudeta Senin telah dikecam secara luas secara internasional. Amerika Serikat menyerukan para pemimpin militer Myanmar untuk "segera melepaskan kekuasaan yang telah mereka rebut, membebaskan para aktivis dan pejabat yang telah mereka tangkap, mencabut semua pembatasan telekomunikasi, dan menahan diri dari kekerasan terhadap warga sipil." (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengunjuk Rasa Myanmar Tuntut Militer Segera Bebaskan Aung San Suu Kyi"
• Dulu Sabu Sekarang Ekstasi, Ridho Rhoma Tak Kapok Pakai Narkoba Lagi
• Tenda Sudah Terpasang, Acara Klub Motor Dibubarkan Polisi, Peserta Disuruh Pulang ke Rumah
• Wanita Ini Dilarikan ke RS gara-gara Gunakan Lem Gorilla pada Rambutnya sebagai Pengganti Hairspray
• Pernah Hidup Kekurangan, Nia Ramadhani Mengaku Sempat Merasa Tak Percaya Diri