Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Biden Cabut Larangan Perjalanan dari Negara Muslim, Wanita Iran Bisa Bersama Suami Lagi di AS

Presiden AS yang baru, Joe Biden telah mencabut kebijakan Donald Trump tentang Larangan perjalanan dari negara mayoritas Muslim tertentu.

Editor: m nur huda
AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY
Presiden Joe Biden berpidato dalam pelantikannya di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (20/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Presiden AS yang baru, Joe Biden telah mencabut kebijakan Donald Trump tentang Larangan perjalanan dari negara mayoritas Muslim tertentu.

Hal itu sangat berarti bagi setidaknya sepasang suami-istri yang menikah pada 2017 namun harus terpisah hidupnya selama beberapa tahun, seperti diwartakan Sky News Selasa (9/2/2021).

Mona Smith, seorang wanita Iran yang belajar untuk gelar Doktor di Kanada menikah dengan suaminya, Ricky dari AS pada 2017.

Mereka bermimpi dapat pindah ke AS dan membina mahligai rumah tangga di sana.

Namun semua impian itu buyar ketika Trump menerapkan Muslim Travel Ban, atau larangan perjalanan Muslim yang memastikan beberapa negara Muslim di dalam daftar AS tidak bisa mengakses masuk ke AS.

Kini, semua itu telah berubah. Mona bisa tinggal di AS dengan visa yang dikeluarkan oleh kedutaan besar di Montreal.

Semua itu, disebut para pejabat kedutaan berkat Joe Biden yang mencabut larangan masuk orang-orang dari negara Muslim tertentu, di mana Iran, negara asal Mona, menjadi salah satunya.

Mencabut kebijakan kontroversial dari pemerintahan Trump adalah salah satu hal pertama yang dilakukan Presiden AS Joe Biden ketika dia menjabat mulai bulan lalu.

"Akhirnya, akhirnya Mona memiliki visa AS, dia datang ke AS," kata Smith dalam klip video yang tampak sangat emosional.

"Kami bisa hidup bersama, kami bisa berkeluarga, kami bisa membeli rumah. Ini luar biasa."

Sambil menangis Mona berkata, "Di kepala saya, saya menunggu [kedutaan] untuk memberi tahu saya bahwa, karena saya dari Iran, dia mungkin tidak mengeluarkan visa saya, tetapi itu, ya ... Saya hanya merasa air mata mengalir di wajah saya."

Smith mengatakan larangan perjalanan itu "menghancurkan" hidup mereka.

"Saya ingat waktu melihat notifikasi berita di iPhone saya bahwa Trump akan melarang pendatang dari negara Muslim tertentu memasuki Amerika Serikat.

Saya hanya ingat duduk, memucat dan tangan saya berkeringat," ungkap Smith mengenang masa-masa menyedihkan mereka.

"Hidup kami hancur. Maksud saya, itu semacam menghancurkan hidup kami selama empat tahun terakhir baik secara psikologis maupun praktik."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved