Berita Semaang
Unnes Beri Anugerah Gelar Kehormatan Doctor Honoris Causa pada Nurdin Halid
Unnes akan memberikan penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Nurdin Halid.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan memberikan penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada tokoh nasional yaitu Nurdin Halid yang merupakan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).
Penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Nurdin Halid yang juga mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu akan dilaksanakan di Kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (11/2/2021) besok.
Kepala UPT Humas Unnes, Muhammad Burhanuddin menyampaikan, bahwa pemberian gelar Doctor Honoris Causa kepada Nurdin Halid berdasarkan usulan dari banyak pihak, di antaranya PSSI.
"Dari usulan tersebut, kemudian dilakukan kajian terhadap kinerja persepakbolaan nasional pada masa kepemimpinan Nurdin Halid, yang dianggap memiliki kontribusi terhadap dimulainya pendekatan industri dalam pengelolaan organisasi sepakbola di Indonesia," kata Burhan, dalam keterangannya, Rabu (10/2/2021).
Dikatakannya, penganugerahan Doctor Honoris Causa di Unnes merupakan pemberian gelar kehormatan berdasarkan Peraturan Menristekdikti Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2016 Tentang Gelar Doktor Kehormatan dan Peraturan Rektor Nomor 21 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Gelar Doctor Honoris Causa.
Berdasarkan hasil Rapat Senat Fakultas Ilmu Keolahragaan, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan mengajukan pertimbangan usulan penganugerahan kepada Rektor Unnes dan diajukan ke Senat Universitas.
"Berdasarkan pertimbangan akademik, Senat Universitas Negeri Semarang memberikan persetujuan pemberian Gelar Doctor Honoris Causa Kepada Nurdin Halid," ucapnya.
Sebagaimana tertulis dalam surat usulan PSSI, diterangkan bahwa di bawah kepemimpinan Ketua Umum Nurdin Halid periode 2003-2011, PSSI telah melakukan pembinaan olahraga sepakbola secara berjenjang dari tingkat yunior sampai tingkat senior dan telah berhasil meraih prestasi Tim Nasional di beberapa kelompok usia maupun dalam level klub.
Berdasarkan raihan dan hasil yang membanggakan di masa kepemimpinannya, PSSI menyampaikan permohonan usulan pemberian doktor honoris causa kepada Nurdin Halid.
"Berdasarkan usulan tersebut Program Studi Doktor Pendidikan Olahraga di Pascasarjana Unnes melakukan kajian terhadap kinerja persepakbolaan nasional pada masa kepemimpinan Nurdin Halid, yang memiliki kontribusi terhadap dimulainya pendekatan industri dalam pengelolaan organisasi sepakbola di Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, pertimbangan akademik dan prestasi Nurdin Halid pada bidang industri olahraga dinilai merupakan frasa yang relatif baru dalam khasanah pengetahuan umum maupun pengetahuan keolahragaan di Indonesia.
"Industri olahraga menjadi bahan kajian Nurdin Halid karena aktivitas olahraga ternyata mampu menjadi penggerak kehidupan sosial ekonomi masyarakat," paparnya.
Kepemimpinan Nurdin Halid pada masa itu dinilai promovendus menjadikan geliat persepakbolaan nasional menjadi marak, dan ikut menggerakkan ekonomi rakyat, melalui ticketing yang tersistem, pengelolaan sponsor, hingga penyediaan merchandise dalam skala besar hingga skala produksi rumah tangga.
Pada kepemimpinan Nurdin Halid, pada tahun 2005, PSSI berani mencalonkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2007. Kesuksesan menggelar Piala Asia 2007, sukses menyiapkan syarat-syarat AFC untuk menjadikan Kota Makassar sebagai tuan rumah babak perempat final Liga Champions Asia tahun 2001.
Nurdin Halid juga berhasil mengelola klub PSM Makassar dan Pelita Jaya, semua elemen dalam manajemen klub maupun tim ditempatkan pada posisi sejajar, semua elemen dan orang dalam PSM Makasar berperan penting untuk menciptakan nilai pasar atau market value bagi klub.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rencana-penganugerahan-gelar-doctor-honoris-causa-kepada-nurdin-halid-oleh-unnes.jpg)