Berita Regional
Komplotan Begal Sadis yang Umpankan Perempuan dalam Beraksi Ditangkap Polisi, Si Umpan Masih Buron
Komplotan tersebut melakukan aksinya dengan melibatkan seorang wanita sebagai umpan untuk mendapatkan korban.
TRIBUNJATENG.COM, LUMAJANG - Di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, polis terus memburu komplotan begal sadis.
Komplotan tersebut melakukan aksinya dengan melibatkan seorang wanita sebagai umpan untuk mendapatkan korban.
Setelah menangkap Sainal (21), Polres Lumajang kembali menggelandang salah satu anggota komplotannya yaitu Muhammad (41).
• Ganjar Bocorkan Nasib Oknum Dinsos Pekalongan Lagi Karaoke, Persulit Korban Banjir Minta Beras
• Pengantin Baru Tewas Terlindas Truk Gandeng, Katijo Menangis Lihat Kepala Katiyah
• Detik-detik Mobil Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Musi Banyuasin, Api Muncul Begitu Cepat
• Khabib Nurmagomedov Rela Lepas Sabuk Juara Kelas Ringan UFC, Ini Alasannya
Kini dia harus ikut merasakan pengapnya dinding penjara.
Muhammad warga Desa Sawaran, Kecamatan Klakah itu terlibat aksi pembegalan di kawasan Ranu Klakah, pada 14 Juli 2020.
Saat penangkapan Muhammad di lokasi persembunyiannya di Klakah, Senin (8/2/2021) diwarnai penembakan polisi.
Menurut, Paur Subag Humas Polres Lumajang Ipda Andreas Shinta saat akan ditangkap, tersangka mencoba melawan petugas.
"Saat petugas datang menyergap tersangka berusaha melakukan perlawanan.
Akhirnya dengan terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur," kata Shinta, Kamis (11/2/2021).
Dalam kasus tersebut komplotan pembegal itu berjumlah 4 orang.
Yakni Sainal, Muhammad, AR, dan NR.
Modusnya, korban dijebak dengan melibatkan seorang wanita.
Perempuan yang bertugas sebagai pemancing korban itu berinsial NR (buron).
"Jadi NR itu ngajak kenalan korban di sosmed.
Lalu korban diajak ketemuan," kata Paur subag Humas Polres Lumajang Ipda Andreas Shinta, Kamis (11/2/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-begal_20181024_160543.jpg)