Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Ini Reaksi Sudjiwo Tejo saat Fadjroel Rachman Bantah Pemerintah Lindungi Buzzer

Jubir Istana, Fadjroel Rachman membantah jika pemerintah melindungi buzzer.Fadjroel Rachman menyebut jika Siapapun yang melanggar hukum, harus dihukum

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
Ini Reaksi Sudjiwo Tejo saat Fadjroel Rachman Bantah Pemerintah Lindungi Buzzer 

TRIBUNJATENG.COM- Jubir Istana, Fadjroel Rachman membantah jika pemerintah melindungi buzzer.

Fadjroel Rachman menyebut jika Siapapun yang melanggar hukum, harus dihukum, karena ini negara hukum bukan negara kekuasaan.

Fadjroel Rachman mengatakan memang pemerintah menggunakan jasa para selebriti dan selebgram untuk mempromosikan pariwisata.

"Mereka memang ditunjuk untuk mempromosikan pariwisata, dan mereka dibayar," ujarnya.

Baca juga: Sukiman Tewas Bunuh Diri, Saksi Mata: Dia Rebut Obat Padi Saya, Diminum

Baca juga: Kang Becak Viral Mudasir Pilih Keluar Panti Sosial, Nyaman Tidur Beratap Langit Banjarnegara

Baca juga: Mensos Risma Hanya Geleng-geleng Lihat Beberapa Warga Demak Tak Mau Mengungsi dari Banjir

Baca juga: Video Detik-detik Penangkapan Pelaku Pembunuhan Di Kamar Hotel Semarang

Namun Fadjroel Rachman membantah jika pemerintah dituding memiliki buzzer.

"kalau buzzer yang nggak jelas, apalagi melanggar hukum, tidak ada buzzer yang dipelihara pemerintah," ujar Fadjroel Rachman.

Saat ini banyak pandemi informasi.

"Kita harus bersama-sama memerangi pandemi informasi.

Fadjroel Rachman mengaku dirinya juga diserang oleh buzzer.

Bahkan Presiden Jokowi juga diserang oleh buzzer.

"Saya diserang 24 jam, akun pak Jokowi diserang 24, soal vaksinasi juga, saat ini memang sedang ada pandemi informasi, menyerang pers," ujarnya.

Sudjiwo Tejo lalu memberikan tanggapan jika ia takut dengan buzzer penumpang gelap dibiarkan akan tumbuh revolusi.

"Karena revolusi tidak berasal dari banyak orang, tapi revolusi hanya datang dari segilintir orang," ujar Sudjiwo Tejo.

Menurut Sudjiwo Tejo masyarakat enggan memberi kritik karena kerap diserang buzzer.

Sudjiwo Tejo berharap dewan bahasa harus segara mengambil siakp untuk mengedukasi masyarakat bahwa kritik berbeda dengan baper.

"Pertama, dewan bahasa harus turun bahwa yang namanya berpendapat dengan baper itu beda," ujar Sudjiwo.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved