Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Cara Kerja Pembaca Suhu Otomatis Karya Siswi MTSN 5 Sragen

Kelompok robotik MTSN 5 Sragen ciptakan pembaca suhu dan handsanitizer otomatis (satis).

Tayang:
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Tim robotik MTSN 5 Sragen ketika berfoto bersama Kankemenag Sragen Hanif Hanani beserta Kepala MTSN 5 Sragen, Muawanatul Badriyah, Selasa (16/2/2021). 

Penulis: Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kelompok robotik MTSN 5 Sragen ciptakan pembaca suhu dan handsanitizer otomatis (satis) di tengah Pandemi Covid-19.

Satu kelompok tersebut terdiri dari empat siswa yakni Naila Nur Rahmadina, Juwita Zaki Labibah kelas IX dan Ayusita Indriana Puspitasari dan Azizah Al Waaristu kelas VII

Tidak hanya kedua inovasi tersebut, mereka juga membuat inovasi pengontrol jumlah pengunjung toko dan inovasi sterilisasi ruang otomatis.

Juwita, perwakilan kelompok robotik MTSN 5 Sragen mengatakan situasi Pandemi ini tim robotiknya menciptakan empat inovasi robot yang dapat memudahkan masyarakat maupun petugas protokol kesehatan.

Inovasi tersebut tentu dapat mengurangi penyebaran Covid-19 yang saat ini sedang melanda di Indonesia bahkan Dunia. Dari empat alat tersebut sepasang alat yakni Satis dan Sutis telah terpasang di Kankemenag Sragen.

"Dari empat inovasi ini, ada sepasang alat yang kami pasang di kantor Kemenag Sragen dimana alat tersebut merupakan pasangan yang tidak bisa dipisahkan layaknya Yakni Satis dan Sutis," kaya Juwita, Selasa (16/2/2021).

Ia mengatakan Satis ini guna memberikan kemudahan kepada masyarakat maupun petugas protokol kesehatan dalam penggunaan hand sanitizer.

Cara kerja Satis sendiri yakni ketika sensor proximity membaca jarak tangan seseorang yang mendekat, maka arduino akan mengirimkan data ke servo untuk menekan botol yang berisi hand sanitizer.

Hand sanitizer ini dilengkapi dengan baterai yang dapat di charger dan indikator tegangan yang berfungsi memberikan informasi kondisi baterei.

"Kalau Sutis membaca suhu tubuh dengan termometer inframerah yang hasil pembacaannya akan diucapkan secara langsung dengan suara google asisten.

"Ketika ada tangan atau dahi yang mendekat dengan jarak 3-6 centimeter sensor termometer inframerah akan membaca suhu secara otomatis," terang Juwita.

Jika panas tubuh yang dibaca lebih dari 37, 6 derajat celcius, seseorang tersebut akan diminta pulang. Namun jika suhu di bawah 37,5 akan diperbolehkan masuk.

Yang membedakan inovasi ini dengan lain seperti di toko-toko ialah alat di toko belum suaranya, sedangkan hasil dari anak-anak MTSN 5 Sragen sudah ada suaranya.

Perakitan Satis dan Sutis ini dikatakan tidaklah lama. Dalam satu hari, bisa dilakukan pemasangan apabila komponen dan bahan-bahan sudah tersedia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved