Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Bantahan Susi Pudjiastuti Terkait Tuduhan Melawan Presiden Jokowi

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti membantah anggapan bahwa ia saat ini bersikap melawan Presiden Joko Widodo.

Editor: galih permadi
INSTAGRAM/SUSIPUDJIASTUTI
Foto Susi Pudjiastuti kenakan kebaya 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti membantah anggapan bahwa ia saat ini bersikap melawan Presiden Joko Widodo.

Susi menyebut bahwa ia akan mendukung Presiden Jokowi untuk melakukan hal yang baik untuk masyarakat.

"Tidak, tidak ada (melawan Jokowi). Saya memohon bapak untuk menghimbau. I will ask Pak Jokowi to do anything that is good for people, that's it," tutur Susi pada acara Kamar Rosi Kompas TV, Selasa (9/2/2022).

Tudingan itu muncul setelah Susi membalas tweet Presiden Jokowi di Twitter. Susi lantas membalas tweet tersebut dengan permohonannya agar Presiden Jokowi ikut menghimbau masyarakat agar tidak melakukan hate speech.

"Mohon dibantu dengan himbauan dari Bapak Presiden untuk menghentikan hate speech... ujaran kebencian yg baik yang mengatasnamakan agama, Ras/Suku, Relawan dll... Pandemic sudah cukup membuat depress ekonomi sosial juga kesehatan jiwa masyarakat semua," balas Susi pada cuitan akun @ jokowi tersebut.

Balasan Susi ke akun Twitter Presiden Jokowi itu mendapat respon beragam dari netizen.

Salah satu yang meresponnya adalah mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen yang menyebut Susi tak sepatutnya mencuit hal seperti itu pada Presiden Jokowi.

Ferdinand menuduh cuitan Susi tersebut seolah menuduh hate speech yang dia alami terkait dengan Presiden Jokowi.

"What is your problem Pak???" cuit Susi pada akun @FerdinandHaean3.

"My problem is, kecewa melihat mantan menteri tak punya etika kepada presidennya," balas Ferdinand.

"excuse me!" balas Susi.

Susi mengungkap alasannya meminta Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat agar menghentikan hate speech atau ujaran kebencian.

Menurut Susi, permintaan itu ia lontarkan karena yakin masyarakat akan lebih mendengar imbauan Presiden Jokowi.

"Karena Pak Presiden bilang satu tahun sudah kita bersedih, untuk menggembirakannya ya kurangi dong hate speech.

Nah kita tidak bisa, kita kan siapa, kalau Presiden yang mengimbau pasti beda.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved