Berita Sragen
Nyaris 1.000 Pedagang Sragen Tolak Vaksin, Bupati: Kita Tinggal
Sebanyak 900an pedagang di Pasar Gemolong Sragen tolak vaksinasi Covid-19 tahap kedua.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis : Mahfira Putri Maulani
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 900an pedagang di Pasar Gemolong Sragen tolak vaksinasi Covid-19 tahap kedua.
Mereka berasalan masih takut dengan vaksinasi tersebut.
Padahal satu hari sebelumnya, sudah dilakukan sosialisasi oleh para petugas pasar kepada para pedagang. Sementara itu, pendataan dilakukan selama dua hari.
Data tersebut kemudian di serahkan ke Puskemas Gemolong dan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen.
"Kesempatan mendata kami hanya dua hari tanggal 12 dan 13 Februari, tanggal 13 sore sudah di laporkan ke Puskesmas Gemolong dan dilanjutkan ke DKK," kata Harjono Lurah Pasar Gemolong kepada Tribunjateng.com, Jumat (19/2/2021).
Hasil pendataan selama dua hari, Harjono mengatakan hanya ada 129 pedagang yang mau menerima vaksinasi Covid-19. Padahal ada seribuan pedagang yang ada di Pasar Gemolong.
"Pedagang yang mau divaksin 129, padahal pedagang ada sekitar 1 ribuan.
Sebelumnya kami sudah sosialisasi dulu selama sehari oleh petugas kita," lanjut Harjono.
Harjono mengatakan para pedagang menolak dengan sejumlah alasan yakni masih menunggu petugas-petugas pasar, aparat TNI & Polri, Kecamatan, Desa agar terlebih dahulu divaksin.
"Nanti biar tahu keadaanya aman atau tidak.
Alasan selanjutnya masih menunggu komando dari ustad (ketua) organisasi keagamaan tertentu," katanya.
Sebagain pedagang juga berasalan akan mengikuti vaksin di masing-masing desa pedagang.
Oleh pihak desa dikatakannya juga akan dilakukan pendataan vaksin.
Selain itu, Harjono mengatakan tersebar kabar vaksin untuk masyarakat berbeda dengan vaksin yang diberikan kepada nakes dan pejabat-pejabat lainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksinasi-sragen-hargiyanto.jpg)