Breaking News:

Pemkab Demak Sidak Peredaran Barang Kena Cukai Ilegal, Sasar Penjual Rokok Ilegal

Pemerintah Kabupaten Demak melakukan sidak terhadap barang kena cukai ilegal di sejumlah kios dan toko.

Tribun Jateng/Muhammad Yunan Setiawan
Pemerintah Kabupaten Demak melakukan sidak terhadap barang kena cuka ilegal di sejumlah kios dan toko. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pemerintah Kabupaten Demak melakukan sidak terhadap barang kena cukai ilegal di sejumlah kios dan toko.

Kasatpol PP Demak Moh Ridhodhin mengatakan, sidak yang  yang berlangsung selama 1 bulan ini sudah dilakukan di toko dan kios yang bertempat di 12 kecamatan. Sidak itu menyasar kios atau toko yang diduga menjual rokok ilegal.

Ridhodhin menambahkan, kegiatan tersebut menindak lanjuti Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 206/PMK.07/2020 tentang penggunaan, pemantauan dan evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Sementara itu,  Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Aryo Soebajoe mengatakan, sidak kali ini dilaksanakan di 4 kecamatan, yakni Karangawen, Mranggen, Kebonagung, dan Wedung.

"Fokus utamanya pada rokok tidak bercukai dan cukai palsu,nanti kita cocoknya cukainya." 

“Rokok yang diambil harganya kurang dari 5000 rupiah," kata Aryo saat sedang melakukan penyidakan di Desa Teluk Kecamatan Karangawen, Kamis (18/2/21).

Lebih lanjut dia menjelaskan, ciri-ciri rokok ilegal di antaranya, dilekati pita cukai palsu, tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai yang bukan haknya atau salah personalisasi, dilekati pita cukai yang salah peruntukan, dan dilekati pita cukai bekas.

Keegiatan non yustisial ini, kata dia, dilakukan agar lingkungan Kabupaten Demak tidak ada lagi peredaran rokok ilegal sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor penerimaan cukai. (*)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved