Breaking News:

Berita Internasional

Suriah dan Israel Bertukar Tawanan, 2 Gembala untuk 1 Wanita

Sebanyak dua gembala asal Suriah ditukar dengan seorang wanita Israel dalam kesepakatan pertukaran tawanan, Kamis (18/2/2021).

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Pertahanan Udara Suriah menanggapi rudal Israel yang menargetkan selatan ibu kota Damaskus, pada 20 Juli 2020. (AFP PHOTO/STR) 

TRIBUNJATENG.COM, TEL AVIV - Melalui mediasi yang ditengahi oleh Rusia, Suriah bertukar tawanan dengan Israel.

Sebanyak dua gembala asal Suriah ditukar dengan seorang wanita Israel dalam kesepakatan pertukaran tawanan, Kamis (18/2/2021).

Pihak militer Israel mengatakan bahwa 2 orang gembala Suriah telah ditahan sejak beberapa pekan lalu setelah melewati perbatasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Baca juga: Sakitnya Hati Ririe Fairus dengar Jawaban Nissa Sabyan dan Ayus saat Ditanya Apa Mereka Selingkuh

Baca juga: Dikirimi Video Porno via Whatsapp Selama Dua Tahun, Rumah Tangga Pria Jakarta Ini Hancur

Baca juga: Wajah Sopir Truk Lebam Dihajar Begal, Dibuang ke Jalan Posisi Tangan Diikat dan Mata Ditutup

Baca juga: Penyelesaian Alun-Alun Johar Kota Semarang Kurang Penataan Drainase dan Jalan

Militer memulangkan 2 genbala itu kepada perwakilan palang merah internasional melalui Quneitra Crossing sesuai dengan arahan pemerintah Israel, terang pernyataan militer dikutip AFP.

Pihak militer Israel tidak memberikan detail tentang identitas orang-orang yang mereka tawan dan bebaskan itu namun kantor berita SANA di Damaskus mengonfirmasi pertukaran itu dan menyebut 2 gembala itu bernama Mohammed Hussein dan Tarek Al Obeidan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengonfirmasi bahwa pertukaran itu dimediasi oleh Rusia, yang punya hubungan dekat dengan pemerintah Suriah dan menempatkan tentara mereka di negara itu.

Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas kesepakatan itu.

Tentang wanita Israel yang dibebaskan Suriah dalam pertukaran itu, Netanyahu mengatakan bahwa kondisinya kini sedang menuju ke rumahnya. Wanita itu ditangkap setelah tersesat di perbatasan.

Israel mengungkap pertukaran itu dilakukannya dengan itikad baik.

Sebagai bagian dari perjanjian itu juga menurut Netanyahu, seorang aktivis Suriah bernama Nihal Al Mokt yang kini tengah melakukan pengabdian masyarakat akan dipersingkat hukumannya menjadi 3 bulan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved