Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Presiden Kolombia Gustavo Petro Usir Seluruh Diplomat Israel

Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang mengusir seluruh diplomat Israel di negaranya, setelah militer Zionis cegat puluhan armada GSF.

Tayang:
Penulis: Yayan | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribunjateng/bramkusuma
Jateng Hari Ini Kamis 3 Oktober 2025 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOTA - Militer Israel mencegat puluhan armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan, aktivis, dan jurnalis yang menuju Gaza, pada perairan internasional di sebelah utara Mesir, Rabu (1/10) malam. Aksi pasukan Zionis ini memicu gelombang protes besar-besaran dari banyak negara di berbagai belahan dunia.

Tindakan keras diambil Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang mengusir seluruh diplomat Israel di negaranya. Melalui unggahan di platform media sosial X, Petro mengumumkan pengusiran seluruh delegasi diplomatik Israel.

"Kejahatan internasional baru yang dilakukan (Perdana Menteri Israel) Benjamin Netanyahu," cuit Petro.

Baca juga: Netanyahu Respons Pidato Prabowo, Sebut Kerja Sama dengan Israel Menguntungkan

Baca juga: Benjamin Netanyahu Murka, 4 Sekutu Dekat Israel Akui Negara Palestina

Keputusan ini diambil Petro setelah Israel dilaporkan turut menahan dua aktivis Kolombia dalam pencegatan armada GSF tersebut, sebagaimana dilansir AFP. Petro mengungkapkan, dua perempuan Kolombia, Manuela Bedoya dan Luna Barreto, yang ikut dalam armada GSF, ditahan oleh pasukan Israel. Kantor Kepresidenan Kolombia juga meminta pembebasan mereka segera dilakukan.

Israel mengonfirmasi bahwa beberapa kapal dalam armada tersebut telah dihentikan dengan aman. Para penumpangnya sedang dibawa ke pelabuhan Israel.

Petro, yang tahun lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, masih tetap membiarkan empat diplomat Israel bertugas di Kolombia. Namun, sumber di Konsulat Israel di Bogota mengatakan bahwa seluruh diplomat tersebut kini telah dikeluarkan.

Selain itu, Petro juga membatalkan perjanjian perdagangan bebas yang sudah berjalan dengan Israel sejak 2020. Petro juga menyebut Netanyahu sebagai seorang genosida dan juga mengkritik Presiden AS Donald Trump sebagai komplotan genosida.

Minggu lalu, Petro menghadiri aksi pro-Palestina di New York, di mana dia menyerukan agar militer AS 'membangkang' terhadap Trump. Sebagai akibat dari pernyataannya, Washington mencabut visa Petro.

Picu demonstrasi di berbagai negara

Tindakan Israel juga memicu aksi demonstrasi di berbagai kota dari berbagai negara di belahan dunia. Ribuan orang turun ke jalan di kota-kota besar seperti Roma, Milan, dan Naples di Italia; Madrid di Spanyol; Istanbul di Turkiye; dan Buenos Aires di Argentina. Massa mengutuk tindakan Israel tersebut sekaligus menuntut Palestina merdeka.

Di Italia, para demonstran bahkan memblokade stasiun metro di Roma sambil meneriakkan "Free Palestine" atau "Palestina Merdeka". Di Buenos Aires, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah Argentina untuk menuntut pembebasan Celeste Fierro, seorang legislator terpilih yang berada di kapal Adara, salah satu armada GSF.

Di Turkiye, lebih banyak demonstrasi berlangsung dengan seruan kuat untuk mendukung Palestina dan menentang kebijakan luar negeri Israel. Meskipun negara-negara ini tidak sepakat dalam beberapa hal, mereka bersatu dalam kecaman terhadap pencegatan yang dilakukan oleh Israel.

Armada GSF mulanya bertolak dari Spanyol. Kemudian diperkuat oleh konvoi tambahan dari Italia dan Tunisia, sebagaimana dilansir Euronews. Setidaknya ada 500 aktivis yang ikut dalam armada tersebut, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg dan cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela.

Kapal-kapal tersebut membawa misi kemanusiaan untuk menyampaikan bantuan ke Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan. Namun, saat berada di perairan internasional utara Mesir, Israel mencegat setidaknya 21 dari 43 kapal dan menyulut kemarahan di berbagai negara.

GSF mengungkapkan, meskipun telah dicegat, ditangkap, dan deportasi, mereka akan terus berupaya untuk membawa bantuan ke Gaza. Mereka menyatakan tidak akan membiarkan tindakan Israel menghentikan misi kemanusiaan mereka dan akan terus memperjuangkan hak rakyat Palestina untuk mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved