Breaking News:

Berita Demak

Angin Puting Beliung Terjang Ratusan Rumah di Karangsono, Pak Lurah: Seumur Hidup Baru Kali Ini

Angin puting beliung meluluhlantakan ratusan rumah di Desa Karangsono, Demak, Selasa (23/2) sore.

Istimewa
Kapolsek Mranggen AKP Sigit Hadi Kiswanto saat mengunjungi pengungsi korban angin puting beliung di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Angin puting beliung meluluhlantakan ratusan rumah di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa, (23/2/2021) sore.

Lurah Desa Karangsono Mustaqim mengatakan bencana ini baru pertama kala ini terjadi di desanya.

"Seumur hidup baru kali ini terjadi. Saya asli orang sini. Baru kali ini seperti ini," kata dia saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu, (24/2/2021).

Akibatnya, kata dia, bencana tersebut membuat sebagian warganya mengungsi di balaidesa dan Taman Kanak-Kanak Mekarsari 2. Mereka bertahan di lokasi pengungsian sembari menunggu proses perbaikan rumahnya.

Mustaqim menambahkan, saat warga dibantu TNI/Polri, BPBD, Banser dan elemen masyarakat yang lain saling bahu membahu membantu membersihkan sisa kerusakan.

"Untuk saat ini apa yang bisa kita lakukan, lakukan," jawabnya.

Kepala BPBD Demak Agus Nugroho dalam keterangan tertulisnya melaporkan, angin puting beliung tersebut menerjang dua desa. Selain Desa Karangsono, warga Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen juga terdampak.

Agus menyebut warga Dukuh Krajan dan Dukuh Ploso di Desa Karangsono paling parah terkena bencana. Di Dukug Krajan RW 3, tercatat delapan rukun tetangga terdampak dan 177 rumah rusak, 199 KK atau 615 jiwa terdampak. Di Dukuh Ploso, angin puting beliung berdampak pada warga di enam rukun tetangga. Akibatnya, 15 rumah rusak, 18 KK atau 57 jiwa terdampak.

Sementara itu, untuk di Dukuh Ponjen, Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen, 6 KK terdampak. Rata-rata warga mengalami merusakan di bagian atap rumah.

"Total kerusakan di Desa Karangsono 187 unit rumah, 1 rumah roboh di RT 12 RW 2, toko 5 unit, linggan (tempat pembakaran batu bata) 14 unit," kata Agus.

Lebih lanjut dia menyampaikan, jumlah pengungsi di TK 2 Desa Karangsono sebanyak 20 jiwa.

Selain itu, dia menambahkan kejadian ini menyebabkan satu orang terluka. Tidak ada korban jiwa.

"Korban (luka) Santoso (49), Warga Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen,  Kabupaten Demak, luka robek di kepala panjang 20 cm, dalam 0,5 cm tertimpa Gavalum."

"Korban rawat jalan di Puskesmas Mranggen. Korban pada saat kejadian sedang melintas di Desa Karangsono," terangnya.

Saat ini, kata dia, bantuan yang dibutuhkan adalah kebutuhan bayi seperti pampers dan pakaian bayi, susu, dan selimut. Warga juga membutuhkan bantuan material triplek,  paku, kayu, asbes, dan genting. (*)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved