Anak Dokter Hilang
Polisi Tak Bisa Proses Laporan Hilangnya Mobil dan 2 Anak Dokter, Gara-gara BPKB Tak Ada, Kok Gitu?
Polisi mengatakan tak bisa memproses laporan kehilangan anak dan mobil tanpa disertai BPKB sebagai bukti kepemilikan.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Agus Iswadi
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Polisi tidak bisa memproses laporan 2 anak hilang yang dibikin dokter di Karanganyar.
Gara-garanya si dokter tidak membawa BPKB mobil yang katanya turut hilang dibawa.
Selain kehilangan 2 anaknya, dokter itu juga kehilangan mobilnya merk Toyota Yaris.
Setelah 1 x 24 jam tidak ada kabar keberadaan anaknya, dokter bernama Bobby itu lantas melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat.
Namun ternyata BPKP juga hilang.
Dia menduga mobil beserta surat dan kedua anaknya itu dibawa oleh tetangganya yang juga pernah menjadi sopir harian.
"Kita coba laporan ke kepolisian tapi BPKP mobil juga dibawa.
Polisi kesulitan karena BPKP tidak ada.
Harusnya pelapor punya BPKP jadi bisa dibuktikan hak miliknya," ucapnya.
Lantaran tidak dapat membuat laporan ke kepolisian karena tidak ada BPKB mobil, Bobby minta tolong kepada kawannya untuk menyebarluaskan infromasi hilangnya kedua anak serta mobil melalui media sosial.
2 Anak Hilang
Bobby dan istirnya diliputi rasa was-was dan perasaan tidak enak semenjak tidak ada kabar keberadaan dua anaknya lebih dari sepekan.
Pasangan itu tinggal di Jalan Pratindina Nomor 7 Kepoh Tohudan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Selain Wisnu (5) dan Dinar (26), satu unit Yaris Nopol AD 1856 KF juga tidak diketahui keberadaannya hingga kini.
Bobby menceritakan, dua anaknya itu hilang sejak Sabtu (13/2/2021).
"Itu bakda subuh.
Saya sudah berangkat kerja kebetulan.
Saya kerja di klinik dan dosen pembantu di Politeknik Mojosongo.
Istri keluar belanja dengan mobil satunya.
Ketika kembali, mobil tidak ada dan dua anak tidak ada.
Saya kira keluar belanja.
Ketika hari berganti, kita sudah was-was, perasaan tidak enak," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (24/2/2021).
Apabila sopir pribadinya sedang pulang kampung, Bobby kerap minta tolong tetangganya itu untuk menjadi sopir.
Mengingat tetangganya itu pengangguran dan kebetulan dapat mengemudikan mobil.
Laki-laki inisial E tinggal indekos bersama perempuan dan satu anak di samping rumahnya.
Berdasarkan infromasi yang diterima Bobby, laki-laki itu berasal dari Tulang Bawang Lampung.
"Samping kami ada kos-kosan kecil.
Dia di situ sama perempuan dan anak.
Mengakunya keluarga.
Setelah kejadian itu, baru tahu dari warga setempat kumpul kebo," terangnya.
Sebelumnya, Bobby tidak mengetahui asal-usul tetangganya itu.
Bahkan ketika pasangan itu kesulitan bahan pokok, istri Bobby kerap memberi makan.
Berdasarkan keterangan dari warga sekitar, laki-laki itu diketahui merupakan residivis.
Bobby menuturkan, laki-laki berinisial E itu sudah menjadi sopir harian selama satu tahun terkahir.
"Sejak kejadian itu, di kos tinggal istri dan anaknya.
Kontaknya diblokir. Mereka tinggal di kos lebih dulu dari saya.
Saya di situ sejak 2019, sejak dipindah tugaskan jadi dosen bantu.
Dulu dinas di Jakarta," ungkapnya.
"Istrinya (laki-laki berinisial E) penah ngomong, laki-laki itu kerja di bengkel resmi motor daerah Surabaya.
Petugas keamanan.
Teman mahasiswa saya di Surabaya, bilang ibunya melihat mobil plat itu jenis itu di Juanda Surabaya.
Ini saya sedang perjalanan ke Jatim baru sampai Nganjuk," kata Bobby.
Baca juga: 2 Anak Dokter Terkenal di Solo Hilang Hampir 2 Minggu: Saya Waswas
(*)