Breaking News:

Piala Menpora

Piala Menpora PSIS Pakai Pemain Asing? Ini Tanggapan CEO Yoyok Sukawi

PSIS Semarang tak ingin langsung membidik target sebagai juara saat gelaran Piala Menpora.

Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
Yoyok Sukawi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang tak ingin langsung membidik target sebagai juara saat gelaran Piala Menpora yang berlangsung Maret mendatang.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan pihaknya ingin secara bertahap melewati pertandingan dengan kemenangan mulai dari babak grup, kemudian lolos ke babak berikutnya.

"Kalau PSIS tentu saja kita ingin menang dari pertandingan satu ke pertandingan selanjutnya. Target kita disitu, jadi setifaknya harus lolos dulu dari babak grup, kemudian melangkah ke babak berikutnya," kata Yoyok kepada awak media beberapa hari lalu.

"Syukur-syukur kita bisa tembus ke semifinal atau final," tambahnya.

Disinggung soal materi yang akan diturunkan, ia belum memastikan secara pasti apakah saat Piala Menpora akan menurunkan pemain lokal seluruhnya atau akan memanggil pemain asing.

Jika menampilkan skuad terbaik, termasuk dengan line up pemain asing, Yoyok mengaku perlu biaya tinggi. Sementara saat ini kondisi keuangan rata-rata klub Liga 1 termasuk PSIS, disebutnya sedang kesulitan karena vakumnya kompetisi selama satu tahun belakangan.

"Kita tunggu skema match fee nya nanti bagaimana. Mohon maaf, kalau ternyata match fee nya sedikit kita tidak mungkin mainkan pemain asing atau datangkan pelatih asing kita. Mungkin kita mainkan tim Elite Pro Academy saja (Tim Junior--red). Kalau perlu manajernya yang main, kan tidak perlu bayar," ucapnya.

"Tapi kalau match feenya mantap, nilai sponsornya gede-gede kita akan panggil skuad terbaik kita," ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI tersebut mengibaratkan klub peserta layaknya pertunjukan wayang.

"Karena klub itu, seperti wayang yang diundang atau dipanggil oleh pihak panitia acara dan dibayar. Nah bayarannya ini seperti apa?, Kalau bayarannya sedikit yang diberangkatkan Gareng, kalau bayarannya besar yang diberangkatkan Petruk. Ibaratnya seperti itu," katanya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved