Breaking News:

Berita Jateng

Janji para Kepala Daerah di Jateng Setelah Dilantik, Agung Siap Donasikan Gajinya ke Masyarakat

"Alhamdulillah pelantikan selesai dan rasanya lega dan plong," kata Wali Kota yang akrab disapa Aaf

TribunJateng.com/Hermawan Handaka
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik 17 kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2020. Pelantikan digelar sebagian online dan offline, Jumat (26/02/21). Pelantikan ini digelar di Gedung Gardhika Bhakti Praja kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. (Humas Provinsi Jawa Tengah) 

TRIBUNJATENG.COM - Sejumlah Bupati/wali kota di Jateng yang dilantik secara daring, Jumat (26/2) kemarin, mempunyai harapan dan target berbeda-beda.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf) yang berpasangan dengan Salahudin mengaku plong seusai dilantik Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo secara daring.

"Alhamdulillah pelantikan selesai dan rasanya lega dan plong," kata Wali Kota yang akrab disapa Aaf.

Aaf mengungkapkanm, mulai Senin (1/3) pihaknya bersama Wakil Wali Kota harus bekerja keras untuk mengatasi permasalahan di KotaPekalongan.

Aaf di depan seluruh anggota DPRD, Forkopimda, serta jajaran OPD Pemkot Pekalongan, mengatakan ada 8 program yang akan dilakukan pada 100 hari kerja masa kepemimpinannya, yakni program jalan tanpa lubang, jalan protokol tanpa sampah, peningkatan kualitas percepatan layanan terpadu dan bantuan sosial.
Kemudian, program keempat adalah akses pengaduan masyarakat lewat sosial media melalui program wadul aladin, program kelurahan menanam untuk penghijauan dan pencegahan banjir, penanganan gizi buruk kepada masyarakat, open wifi di setiap kelurahan, dan terakhir kemudahan akses transportasi bagi masyarakat.

Adapun Bupati Kabupaten Pemalang Mukti Agung Wibowo, usai dilantik langsung menggelar konferensi pers di Ruang Peringgitan, yang ada di belakang Pendopo KabupatenPemalang.

Dalam kesempatan itu, Agung mengatakan akan mendonasikan gajinya untuk masyarakat Kabupaten Pemalang.

"Gaji saya sebagai Bupati Pemalang, saya serahkan ke masyarat Kabupaten Pemalang," tegasnya di hadapan awak media, Jumat (26/2).

Adapun Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM dan Wakil BupatiPurbalinggaH Sudono ST MT menyatakan akan membenahi 3 isu krusial yang dihadapi masyarakat Kabupaten Purbalingga.

Di antaranya penekanan jumlah kasus Covid-19, pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19 dan perbaikan infrastruktur jalan.

“Upaya penurunan kasus Covid-19 di Purbalingga salah satu prioritas kami,” tandasnya.

Hal sama disampaikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Semarang (Ngesti Nugraha-M Basari). Ngesti mengatakan dalam mengawali kepemimpinan lima tahun mendatang tidak ada program 100 hari kerja.

"Kemudian yang ada program unggulan visi dan misi sebanyak 64 poin selama kampanye Pilkada Kabupaten Semarang 2020. Penanganan masalah pandemi virus Corona (Covid-19) menjadi fokus utama." terangnya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang, Jumat (26/2)

Sedangkan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, menyatakan pelantikan bukan sekadar seremonial tetapi menandai penugasan negara. "Masyarakat juga langsung bisa menagih pemimpin definitif untuk bekerja memajukan daerah," tandasnya. (dro/fba/aqy/mzk/ris)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved