Breaking News:

Berita Video

Video Diguyur Hujan Jembatan Penghubung Antar Desa di Batang Ambrol

Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Batang membuat Jembatan penghubung antardesa ambrol.

Penulis: dina indriani | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Berikut ini video diguyur hujan jembatan penghubung antar desa di Batang ambrol.

Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Batang membuat Jembatan penghubung antar Desa Satriyan, Kecamatan Tersono Desa Bulu, Kecamatan Banyuputih ambrol.

Ambrolnya jembatan membuat akses antar desa terputus, sehingga warga pun terpaksa harus memutar melewati jalur lain yang lebih jauh.

"Selain memang usia jembatan sudah 20 tahunan, juga pondasi utama sudah terkikis air apalagi kemarin-kemarin hujan deras terus, ambrolnya dini hari tadi sekitar pukul 03.30, Alhamdulillah tidak ada korban,"  tutur Kepala Desa Satriyan, Karwadi, Sabtu (27/2/2021).

Karwadi mengatakan putusnya jembatan membuat aktifitas perekonomian terganggu, karena akses tersebut juga menghubungkan tiga kecamatan yakni Kecamatan Tersono, Kecamatan Gringsing, dan Kecamatan Banyuputih.

"Dampaknya tentu aktifitas perekonomian terganggu, untuk sementara warga harus memutar lebih jauh sekitar 8 kilometer," ujarnya.

Kasi Pemeliharaan dan Pengawasan Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono mengatakan karena jembatan tersebut masuk kewenangan desa saat ini pihaknya sedang berkoordinasi untuk pembuatan jembatan darurat.

"Di luar status jembatan yang memang kewenangan desa, tapi kami tetap akan mencarikan solusi alternatif lain dengan membuat jembatan darurat minimal sepeda motor bisa lewat," tuturnya.

Dia menjelaskan untuk kondisi jembatan dengan panjang 32 meter tersebut memang pondasi sudah terkikis dan kontur tanah sudah tergerus.

"Untuk kondisi memang tanahnya sendiri sudah tergerus sehingga berbahaya, jika pindah lokasi harus pembebasan tanah lagi dan perlu kajian," imbuhnya.

Sedangkan untuk pembuatan jembatan permanen, lanjut dia harus menyiapkan anggaran sekitar Rp 7 Miliar hingga Rp 10 Miliar.

"Jika dibuat jembatan permanen lagi dilihat dari panjangnya 32 meter perkiraan menghabiskan Rp 7,2 Miliar tapi melihat kondisi tanah yang sudah turun bisa terhitung 40 sampai 50 meter dengan perkiraan anggaran Rp 10 Miliar," pungkasnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved