Berita Blora
Tinjau RSUD Soetijono Blora, Bupati Arief Rohman Nilai Alat Cuci Darah Masih Kurang
Alat hemodialisa atau yang digunakan untuk cuci darah di RSUD Soetijono masih kurang
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Alat hemodialisa atau yang digunakan untuk cuci darah di RSUD Soetijono masih kurang. Alhasil, karenanya terdapat antrean dalam pelayanan cuci darah setiap harinya.
Direktur RSUD Soetijono Blora, Nugroho Adiwarso mengatakan, sejauh ini terdapat 11 alat cuci darah di rumah sakit. 10 di ataranya yang beroperasi sementara satu alat sebagai cadangan.
"Per hari (yang cuci darah) sesuai dengan jumlah alat. Sekali hemodialisa kan 5 jam. Jadi kan banyak antrenya. Kalau ditambah (alatnya) antreannya tidak begitu banyak berarti," ujar Nugroho kepada Tribunjateng.com, Senin (1/3/2021).
Di saat yang sama, Bupati Blora Arief Rohman berikut wakilnya Tri Yuli Setyowati juga turut meninjau pelayanan cuci darah. Melihat kondisi tersebut, dia berencana menambah alat cuci darah menjadi 20 unit.
Jika memang akan ditambahi, lanjut Nugroho, maka perlu perluasan tempat berikut sumber daya manusianya. Sebab, saat ini setiap perawat mahir memegang tiga alat hemodialisa.
"Kalau tambah sekitar 10 unit berarti tambah tiga lagi tenaganya," tandas Nugroho.
Areif menjelaskan, prioritas dalam 99 hari kerja sebagai bupati satu di antaranya adalah 'ngantor di rumah sakit'. Artinya, kata dia, tidak harus benar-benar berkantor di rumah sakit tapi memonitor secara berkala dan mendampingi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terhadap pasien Covid-19 maupun pasien penyakit lainnya.
"Juga menyerap permasalahan yang ada di lapangan dan memberikan arahan langsung kepada para medis. Tidak hanya RSUD Blora, tapi juga RSUD Cepu, rumah sakit swasta, hingga Puskesmas," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-blora-arief-r-prokompim-blora.jpg)