Breaking News:

Kecantikan

Beli Kosmetik Branded Preloved? Cek Asal-usulnya, Jangan Cuma Mengejar Nilai Gengsi

Produk preloved merupakan kosmetik yang sudah terpakai atau tidak baru alias tanpa segel. Meski demikian jenis ini banyak yang menantinya.

Customs & International Trade Law Blog
ilustrasi produk kosmetik 

Penulis: Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM - Berbicara kosmetik preloved, sebenarnya, Amelia Susrono, founder Premiera Skin & Bodycare mengatakan, saat ini sudah banyak beredar di pasaran produk kecantikan dengan harga terjangkau.

Produk preloved merupakan kosmetik yang sudah terpakai atau tidak baru alias tanpa segel.
Munculnya kosmetik preloved biasanya karena pemilik sebelumnya merasa tidak cocok. Atau bisa juga merupakan produk sisa pembuatan video review oleh content creator. Produk kecantikan preloved ini mudah ditemtui, termasuk di berbagai situs belanja online.

Namun memang tidak dapat dipungkiri, nilai prestige (kebanggaan) dari sebuah brand seringkali menjadi alasan mengapa orang enggan membeli produk kecantikan dengan harga yang lebih terjangkau. Padahal cocok atau tidaknya sebuah produk kecantikan di kulit kita, tentu tidak ditentukan oleh faktor harga. Selain karena faktor prestige, si pemilik awal (penjual) juga enggan rugi. Jadi, dia pikir mungkin bisa sedikit balik modal dengan menawarkan kosemtik preloved itu.

Secara pribadi, saya sangat tidak setuju dengan tren ini. Sebenarnya ini tren yang buruk. Hanya saja kadang orang tidak mau berpikir tentang kemungkinan kerugian yang bisa diterima oleh pembelinya akibat dari penggunaan produk kecantikan preloved ini. Memang sangat memprihatinkan karena sampai dengan hari ini masih banyak orang yang hanya memikirkan keuntungan pribadi, bahkan tidak segan menipu hingga merugikan pihak lain. Di sisi lain, barangkali selama ini memang edukasi terkait produk kosmetik preloved ini juga masih sangat kurang.

Apapun alasannya, penggunaan produk kecantikan preloved sangat berisiko. Karena ini, sama saja dengan berbagi bakteri dan kuman di kulit (tidak higienis) antara penjual dengan pembelinya. Apalagi di masa pandemi ini, di mana virus covid-19 ini bisa tertular melalui droplet yang tertempel di kosmetik. Tidak hanya virus covid-19, penyakit lainnya seperti herpes yang bisa tertular melalui produk kecantikan. Sebab, kita tidak pernah tahu dan tidak bisa memastikan apa yang sudah menempel di produk itu atau apa yang terbawa dari pemilik sebelumnya. Apalagi kalau yang kulitnya sensitive, harus lebih berhati-hati.

Kalau sudah memutuskan untuk memilih menggunakan produk kecantikan preloved, ya harus siap menanggung risiko. Misalnya kena jamur kulit, atau malah kena infeksi menular yang bisa jadi dampak terburuknya adalah kita malah jadi punya luka permanen yang sulit untuk dihilangkan. Dan kalau sudah seperti itu, tentu butuh biaya yang lebih besar lagi untuk memulihkan kondisi kulitnya. Jadi, bukan untung malah buntung. Rugi banyak.

Memang patut dipercaya, tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Semua pasti ada solusinya. Apalagi kalau hanya sekadar menghilangkan kebiasaan pemakaian produk kecantikan preloved. Caranya ialah carilah produk yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. Jangan hanya memandang harga dan brand tertentu. Di Premiera Skin and Bodycare, kalian bisa datang dan konsultasikan kebutuhan kulit secara gratis. Nanti, dokter akan memberikan saran, treatment, dan produk mana yang sesuai dengan kebutuhan. 

Kami bantu berikan solusi yang tepat. Tidak kami kurangi atau kami tambahi. Semua sesuai kebutuhan kulit Anda. Maka, pesan terakhir, hindari menggunakan produk kecantikan preloved. Sayangi dirimu, pakai yang aman dan berkualitas. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved