Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa KKN Undip Semarang Ajari Anak Kenali Stres dan Cara Mengelolanya

Selama berbulan-bulan, siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh atau school from home sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

IST
Mahasiswa KKN Undip 2021 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Judea Satrio 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi Covid-19 yang belum berakhir menyebabkan banyaknya perubahan dalam berbagai aspek, salah satunya adalah pendidikan.

Metode belajar yang semula tatap muka berubah menjadi online.

Selama berbulan-bulan, siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh atau school from home sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Hanya saja, lamanya pelaksanaan school from home membawa dampak negatif bagi para siswa, dimana mereka dapat mengalami jenuh atau bosan, pusing, depresi, hingga sakit.

Hal ini merupakan gejala-gejala dari stres yang dimana jika tidak segera ditangani akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan mental siswa dan menurunkan motivasi belajar.

Mahasiswa KKN Undip 2021 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Judea Satrio (21), menyebutkan banyak siswa yang mengalami tekanan secara psikologi hingga putus sekolah karena berbagai masalah selama mengikuti pembelajaran jarak jauh atau school from hom.

Persoalan yang muncul antaralain tidak bisa mengakses pembelajaran jarak jauh secara online, sehingga banyak dari mereka yang tidak naik
kelas sampai putus sekolah.

Selain itu, stres pada siswa dapat disebabkan oleh tuntutan akademik yang memberatkan peserta didik pada masa pandemi, hasil evaluasi belajar yang kurang, pekerjaan rumah yang sangat banyak, dan pengaruh lingkungan.

Maka, Judea Satrio membuat program yang berfokus pada manajemen stres anak usia sekolah dalam menjalani pendidikan new normal school from home atau belajar dari rumah, sebagai upaya untuk
menjaga kesehatan mental melalui kegiatan edukasi.

Program tersebut dilaksanakan di TPA Al-Fattah Sumurboto, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Selain memberikan edukasi, Judea juga membuat dan memberikan buku berjudul ‘Buku Anak Tentang Manajemen Stres’ kepada santri di TPA Al-Fattah Sumurboto yang merupakan anak usia sekolah.

Buku tersebut dikemas secara menarik dengan gambar dan ilustrasi, serta menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak-anak (Buku dapat diakses melalui link: http://bit.ly/BukuAnakTentangManajemenStres).

“Program ini diharapkan dapat membantu anak-anak sebagai pelajar agar dapat mengetahui gejala dan sumber terjadinya stres serta bagaimana cara mengelola stres dengan baik, sehingga anak mampu menyesuaikan diri pada perubahan yang terjadi, meningkatkan motivasi belajarnya, dan mengoptimalkan aktivitas akademiknya,” ujar Judea. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved