Breaking News:

Berita Kabupaten Pekalongan

Pembayaran Non Tunai Menggunakan QRIS di Objek Wisata Guci Akan Segera Dilaunching

Tidak lama lagi akan dilaunching pembayaran non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI
pemandangan di Guci, Bumijawa, yang merupakan dataran tinggi di Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tidak lama lagi akan dilaunching pembayaran non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal.

Sesuai yang diutarakan oleh Kepala UPTD Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal, Abdul Hasib, rencana launching QRIS yang dihadiri oleh Bupati Tegal Umi Azizah akan berlangsung pada Kamis (18/3/2021) mendatang.

Nantinya peresmian layanan pembayaran non tunai ini juga akan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui virtual.

Dengan kata lain, Bupati Tegal dan forkompinda datang langsung ke objek wisata Guci, sedangkan Gubernur Jateng menyaksikan sekaligus meresmikan melalui webinar.

"Karena QRIS ini kan tergolong budaya baru sehingga kami memerlukan waktu untuk penyesuaian dan sosialisasi di lapangan. Sehingga kami masih memberi opsi kepada pengunjung apakah membayar non tunai atau  tunai. Tapi intinya layanan pembayaran non tunai sudah bisa dilakukan di Guci," jelas Hasib pada Tribunjateng.com, Jumat (5/3/2021).

Tidak hanya dibagian pembayaran tiket masuk, nantinya pembayaran non tunai dengan QRIS ini juga berlaku di semua lini yang ada di objek wisata Guci.

Entah dibagian pasar, wahana wisata, dan lain sebagainya. Sehingga Hasib menyebut, pihaknya membutuhkan waktu untuk melakukan sosialisasi terutama kepada pedagang pasar maupun pengelola wisata mengenai dompet digital.

"Peresmian QRIS di Guci bisa disebut sebagai pilot project, karena jika di Guci berhasil tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan juga di wisata lain seperti Waduk Cacaban dan Purwahamba Indah (Pur'in)," tuturnya.

Hadirnya QRIS ini, menurut Hasib bertujuan supaya dalam pengelolaan retribusi lebih tertib dan akurat.

Selain karena era digitalisasi yang semakin masif sehingga masyarakat Kabupaten Tegal harus bisa menyesuaikan dan terbiasa dengan teknologi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved