Focus
Demi Konten Viral
Sedemikian "pengorbanan" yang harus ia relakan untuk mendapatkan tanda "like" dan jumlah tayangan video
Demi Konten Viral
oleh: M Anhar
MAU menyebutnya sebagai sebuah dunia antah-berantah, namun media sosial nyata-nyata memang punya dunia sendiri. Tanda "like", jumlah video tertonton, hingga jumlah follower media sosial, menjadi simbol kebanggaan masa kini.
Untuk mendapatkan simbol-simbol tersebut, apa saja dilakukan demi mendapatkannya, termasuk cara kreatif, nyeleneh, bahkan tak jarang yang tanpa memperhatkan adab, bahkan berbahaya.
Mereka menginginkan apa yang bisa diunggah menjadi sebuah video viral. Viral, dalam dunai maya, berarti menyebar luas dengan secara cepat. Video bisa sedemikian viral bukan hanya karena mengundang decak kagum, namun juga karena dianggap menarik, lucu, bahkan aneh.
Video yang rata-rata berdurasi satu menit memang tersendiri bagi content creator. Bagaimana satu menit itu bisa menjadi sangat berharga untuk mampu memantik perhatian.
Di Batang, Jumat (05/03/2021), seorang remaja, Bagas pradipta (15), warga Desa Loning, Petarukan, Pemalang harus dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Ia mengalami kecelakaan sat berkendara dengan sepeda motor, menabrak sebuah truk saat melakukan pengambilan gambar video truk lain yang berjalan oleng di jalan raya. Video itu hendak diunggahnya sebagai objek konten di media sosial!
Truk sengaja memamerkan kepiawaian melaju kencang dengan ber-zigzag di jalan raya, yang tentunya sudah jelas membahayakan pengguna jalan lainnya.
Sedemikian "pengorbanan" yang harus ia relakan untuk mendapatkan tanda "like" dan jumlah tayangan video.
Di Bandung cerita lain lagi. Seorang wanita harus berurusan dengan polisi militer dan Kepolisian RI (Polri) karena memakai pelat nomor TNI pada mobilnya. Setelah diselidiki, pelat nomor tersebut ternyata bodong alias tidak teregister. Wanita di Bandung, Jawa Barat itu rupanya mengaku hanya ingin bergaya menggunakan pelat nomor TNI.
Ia membeli pelat nomor bodong itu dari seseorang dengan harga Rp 1,5 juta. Sebelum ditangkap, video gaya-gayan itu viral di aplikas Tiktok. Hmmm...
Itulah sekelumit cerita masa kini. Anda mau menambahkan? Ahaaa...
Sebagaimana internet, dunia digital diibaratkan memilki dua mata pisau. Ia akan menjadi sebuah energi positif bila dipergunakan untuk mendatangkan manfaaT. Di sisi lain, ia juga memiliki dampak negatif. Sesuatu yang remeh-temeh bisa menajdi viral karena dianggap menghibur.
Orang berlomba-lomba untuk membuat materi hiburan, meski remeh-temeh, setidaknya mereka bisa menghibur diri-sendiri. Ada semacam perasaan mengunggulkan keberadaan diri sendiri di benak orang lain.
Tiktok, aplikasi milik ByteDance, sebuah perusahan teknologi swasta di Beijing, China, akhir Januari 2021 lalu, menyelenggarakan ajang
penghargaan bagi content creator. Penerima penghargaan ini bisa menjadi inspirasi dan sebagai bukti video singkat juga bisa menjadi sarana positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/moh-anhar-wartawan-tribun-jateng-ok_20170831_073512.jpg)