Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Artis

Roy Jeconiah, Eks Boomerang yang Terus Berkarya Sembari Merambah Industri Kuliner

Satu tahun pasca adanya pandemi covid-19 di Indonesia, memberikan dampak bagi hampir seluruh sektor, tak terkecuali sektor industri musik.

Tayang:
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Wawancara khusus bersama Roy Jeconiah mantan vokalis dari band Boomerang. Roy telah hengkang sejak 2010 lalu. Sejak pandemi Covid-19 melanda, dirinya sudah tak pernah manggung dan memilih untuk terjun ke dunia bisnis. Salah satu bisnis yang di tekuni adalah hasil kreasi sambal. 

Dirinya merasa tidak bisa menyalurkan passion yang dimilikinya, maupun kebutuhan berekspresi dan memperkenalkan karyanya yang biasanya ditunjukkan ketika manggung.

Oleh karena itu, Roy pun sangat merindukan kegiatan manggungnya tersebut. 

Ia pun berharap, dengan sudah mulai adanya kegiatan vaksinasi di Indonesia saat ini, perlahan-lahan dapat memulihkan kembali dunia industri musik di Indonesia.

Roy sangat menantikan adanya kabar baik dari dunia musik, yang dapat mendukung dirinya dan rekan-rekannya yang lain.

Besar harapannya kedepan tedapat informasi yang baik bagi kelangsungan dunia musik Indonesia. 

“Meskipun begitu, saya sendiri selalu menaruh sikap optimis paling depan dalam menghadapi situasi ini. Saya juga bersyukur masih dapat melakukan beragam aktivitas saat ini, seperti menggeluti beberapa usaha baru diantaranya usaha kopi, usaha aneka olahan sambal dan makanan, serta usaha merchandise. Kalau di bidang musik, saya masih bersyukur karena bisa membantu memproduseri beberapa band, masih banyak yang ingin bikin single atau album. Selain itu saya juga meluncurkan satu single berjudul Anarkis yang Kronis,” imbuhnya. 

Adapun band Jecovox dikatakan Roy memiliki empat proyek album di antaranya The Moon, The Sun, The Dreams, dan The Believes.

Semua albumnya, dituturkan Roy mewakili konsepnya masing-masing. Sementara itu, untuk album yang saat ini sudah edar yakni The Moon memiliki 26 track lagu. 

“Dari ke empat album itu saya semua yang membuat lagu-lagunya. Untuk album The Moon dan The Dreams itu satu kesatuan, yang memiliki makna dimana saat malam hari sebagai manusia bolehlah kita bermimpi dan merencanakan sesuatu, namun di album The Sun dan The Believe yang juga berkaitan itu memiliki makna ketika kita sudah bermimpi, saat pagi hari matahari terbit ya sudah waktunya eksekusi dengan mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah kita rencanakan,” tuturnya. 

Rencananya di tahun ini album The Sun akan segera diluncurkan dengan mengusung 12 track lagu.

Terkait dengan ide dalam pembuatan lagu-lagunya, Roy mengatakan 60 hingga 70 persen lagu yang dibuatnya berdasarkan dari pengalamannya sendiri. 

“Susah rasanya kalau mau nulis lagu cinta, tapi tidak pernah merasakan rasanya jatuh cinta. Oleh karena itu sebagian besar lagu-lagu yang saya buat berdasarkan pengalaman sehari-hari,” jelasnya. 

Dalam hal bermusik, Roy sangat bersyukur hingga kini karyanya selalu mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat Indonesia, termasuk juga para pendukungnya yang dikenal dengan Jecovers.

Hingga kini Jecovers sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada juga Jecovers di Hongkong, Taiwan dan Malaysia. 

“Meskipun saat ini saya sudah berkarir bersama dengan Jecovox, namun saya tetap sangat berterima kasih kepada Boomerang karena lahir dan besar disana, kemampuan saya juga banyak diasah dari sana,” tandasnya. (Ute)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved