Breaking News:

Mom N Kid

Masih Kecil, Anak Suka Bersolek, Tanamkan Pengertian bahwa Cantik Tak Harus Bermake-up!

Skincare aman digunakan oleh anak-anak apabila kandungannya sesuai untuk kulit dan penggunaannya tepat dengan indikasi atau kebutuhan si anak.

TRIBUN JATENG
Dokter Lely Kusumaningrum MBiomed 

Penulis: Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM - Pada manusia, kulit merupakan organ terbesar yang meliputi hampir seluruh tubuh, dimana memiliki fungsi antara lain melindungi organ dalam, pengatur suhu tubuh, dan melindungi dari benturan, kuman, serta bakteri. Kulit juga terdiri dari beberapa lapis dengan fungsinya masing-masing.

Pada anak-anak, dokter Lely Kusumaningrum, M.Biomed, dari Belva Skincare Semarang, menerangkan, kondisi kulit mereka tentu berbeda dari orang dewasa. Begitu juga dengan fungsinya yang belum sesempurna orang dewasa dan masih terus berkembang. Kulit anak-anak lebih tipis dan lebih rentan sehingga ambang toleransi terhadap zat atau benda yang bersentuhan terhadap kulitnya bisa lebih berpotensi untuk terjadi alergi atau kerusakan sel-sel kulit.

Produk kosmetik dekoratif, seperti bedak, lipstik, blush on, dan lain-lain mempunyai banyak kandungan kimia dan zat pewarna. Walaupun sudah lolos uji klinis, belum tentu kulit anak bisa menerima dengan baik. Saat ini, memang sudah banyak make up yang diklaim aman untuk anak-anak. Tapi, apakah anak-anak perlu bermake up? Biasanya keinginan si kecil untuk mencicipi make-up timbul karena sering melihat ibunya menggunakan alat rias dan terlihat cantik. Maka dari itu peran ibu sangatah penting untuk memberi pemahaman bahwa tanpa make up, si kecil bisa tampil dengan cantik. Misalnya dengan rambut yang berpita warna-warni, baju yang rapi, atau tas yang modis.

Selain karena make up bukan merupakan kewajiban untuk menjadi cantik, kulit si kecil diketahui lebih tipis dan cenderung sensitif sehingga terkadang timbul reaksi dari salah satu zat yang terkandung pada make up saat mengenai kulitnya. Umumnya, zat pewarna dan pengawet pada make up bisa memicu alergi, ruam, gatal-gatal, bahkan panas dan bengkak.

Toleransi kulit anak terhadap skincare atau make up berbeda-beda, tergantung dari kondisi kulitnya. Pada anak yang mempunyai riwayat dermatitis atopik akan lebih sensitif di bandingkan yang lain. Beberapa kandungan dari skincare memberikan reaksi yang berbeda-beda. Ketika berbicara tentang kapan sesorang boleh mulai menggunakan skincare? Sebenarnya sejak lahir bayi sudah boleh menggunakan skincare atau perawatan kulit. Tentu saja sesuai dengan indikasinya. Misalnya pada bayi yang baru lahir diperlukan pelembab atau emollient untuk menjaga kulitnya tetap lembab. Sementara untuk sabun, orangtua bisa pilih sabun bayi yang tidak mengandung sodium laureth sulfate yaitu bahan pembersih pada sabun.

Kemudian pada usia anak bermain, kulit tetap harus dilindungi dari sinar matahari karena kelenjar sebum pada kulit anak belum berkembang baik. Sehingga apabila terkena sinar matahari akan mudah dehidrasi. Pada kondisi ini, si kecil boleh menggunakan tabir surya dengan kandungan yang aman serta SPF yang tidak terlalu tinggi. Pilihlah tabir surya dengan kandungan Titanium Dioksida dengan SPF maksimal 15. Hindari Tabir surya yang mengandung PABA.

Skincare sebagai medikamentosa atau pengobatan diperlukan pada saat anak mendapatkan gangguan kulit, seperti eksim, alergi, jerawat saat pubertas, atau kerusakan kulit akibat penyakit autoimun, seperti psoriasis. Pada saat itulah, diperlukan peran orang tua untuk membantu menumbuhkan kepercayaan diri anak dengan berkonsultasi kepada dokter yang berkompeten dan ahli dalam bidang Kesehatan kulit. Hal itu perlu dilakukan untuk memberikan perawatan dan pengobatan yang sesuai.

Skincare aman digunakan oleh anak-anak apabila kandungannya sesuai untuk kulit dan penggunaannya tepat dengan indikasi atau kebutuhan si anak. Tidak perlu berlebihan dalam memakai skincare. Biasanya, anak-anak hanya membutuhkan pelembab dan tabir surya saja untuk menjaga agar kulitnya tetap lembab dan terlindungi dari sinar matahati.

Jangan memaksakan anak untuk memakai produk pemutih karena jumlah melanosit atau zat warna kulit pada anak masih belum berkembang maksimal. Pemakaian produk pemutih dikhawatirkan akan mengganggu pemerataan dari pigmen kulit pada anak-anak.

Dalam hal ini, orangtua berperan paling penting terhadap keputusan penggunaan skincare atau make up pada anak-anak. Berikan pengertian bahwa anak cantik apa adanya tanpa harus berdandan, tetapi tampil rapi dan bersih seperti rutin mandi dua kali sehari, gosok gigi, memakai pakaian bersih, memotong kuku, keramas dengan rutin, konsumsi makanan sehat, dan tidur yang teratur. Dengan pola hidup yang bersih dan sehat, maka kulit juga akan selalu terjaga keindahannya sehingga kecantikan akan terpancar tanpa harus bermake up. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved